Press "Enter" to skip to content

Mati karena Debus= Mati Bunuh Diri

Tak sedikit yang menjadi korban dari atraksi kebal atau debus. Dari yang terluka hingga menyebabkan kematian. Lantas bagaimanakah hukumnya? Benarkah mendalami ilmu kebal dan mempertontonkannya itu termasuk syirik?

Hingga kini 14 korban warga Desa Rawa Kopi, Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Banten, dalam atraksi kebal atau debus yang gagal, masih dirawat di rumah sakit. Korban, itu menderita luka melepuh pada tangannya akibat menunjukkan kehebatan mencuci tangan di air keras.

Kejadiannya bermula dari atraksi kebal yang digelar. Mula-mula ke 14 korban tersebut mencuci tangannya di wadah yang berisi air keras. Tiba-tiba saja para pelaku debus ini merasa kesakitan. Tangannya pun melepuh dan segera dibawa ke Rumah Sakit Mitra Husada Tangerang oleh warga sekitar.

“Mereka merasa tangannya seperti terbakar,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan.

Baca juga  Marak Penolakan Jenazah Corona, Ini Pesan Aa Gym

Sombong

Atraksi kesenian bela diri asal Banten yang mempertontonkan kehebatan manusia, seperti kebal dari senjata tajam, senjata api, mampu minum air keras, ternyata juga bisa menyebabkan kematian.

Melihat kejadian tersebut, Komisi Fatwa MUI, KH Nuril Huda mengaku bahwa atraksi kebal atau debus, itu seperti menyakiti dirinya sendiri. Apalagi jika sampai atraksi itu menyebabkan kematian. Itu sama saja seperti bunuh diri.

“Ilmu seperti kebal ini tidak boleh dibuat untuk menyombongkan diri, dibuat pertunjukkan di tempat umum. Itu enggak boleh,” tutur dia dikonfirmasi majalahnurani.com, Kamis (30/11/2017)

Menurutnya ilmu kebal tersebut tentu bukan dari ajaran Islam. Meskipun jika ada pelaku atraksi debus yang mati itu sudah menjadi keputusan Allah, tapi sebabnya bisa dari yang lainnya.

“Jadi ketika ada atraksi debus, lalu tiba-tiba atraksi itu gagal dan menyebabkan kematian bagi dirinya sendiri, itu memang sudah menjadi ajalnya. Tapi harus dilihat niatnya,” sambungnya.

Baca juga  Selain Halal, Kosmetik Harus Bisa Menembus Kulit

Syirik

Nuril Huda yang juga pendiri Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut mengaku, dari kasus tersebut maka dikatakan pelaku atraksi di tempat umum. Sementara niatnya ingin menunjukkan kehebatan dirinya di tempat umum.

Kalau atraksi kebal itu ditunjukkan di hadapan musuh, itu tidak apa-apa. Tetapi kalau memiliki ilmu raga dan menujukkan kehebatannya di depan umum, itu tidak boleh. Itu namanya sombong.

“Jadi bisa juga menjadi sombong, atau bahkan syirik. Makanya harus hati-hati,” jelas Nuril.

Dikatakannya, memang di Indonesia ini masih ada orang yang salah memahami Islam. Harus dipahami bahwa di dalam ilmu jiwa raga, yang menjadi patokannya itu adalah agama, bukannya pengetahuan.

Baca juga  Hukum Menikah  Lewat Video Call

“Contohnya lagi seperti banyak orang korupsi. Padahal orang tersebut. Ini menandakan bahwa agamanya tidak mantap. Mantap dalam beragama itu penting” urai dia..

Nuril beranggapan bahwa ilmu-ilmu seperti itu, dalam atraksi debus, bisa bersekutu dengan jin. Dan harus diingat, setan itu luar biasa pintarnya untuk membujuk kepada seseorang hingga niat seseorang itu yang awalnya baik kemudian bisa menjadi buruk

“Kira-kira begitu. Saya sendiri tidak mengenal ilmu-ilmu seperti demikian, tapi Insya Allah, ilmu raga seperti itu ya bersekutu dengan jin,” tegasnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *