Press "Enter" to skip to content

Jangan Tergiur  Umrah Harga Murah

Hingga kini Kementerian Agama (Kemenag) terus mengawasi pola atau metode travel umrah yang  menawarkan harga murah. Pola dengan harga murah ini juga digunakan First Travel untuk mendapatkan jamaah. Bisa dikatakan seperti pola multilevel marketing atau money game. Untuk itu masyarakat perlu terus berhati-hati agar tidak hanya tergiur dengan harga murah saja.

Ketika dikonfirmasi majalahnurani.com, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Shodik Mudjahid mengakui jika sampai saat ini travel yang menggunakan metode seperti itu. Yang paling mudah untuk diwaspadai yakni menawarkan harga sangat murah.

Selain itu pola MLM atau arisan umrah juga perlu diwaspadai. Sebagai antisipasi agar tidak terjadi hal serupa yang mengakibatkan jamaah tertipu, Kemenag perlu mengumumkan travel yang sedang diawasi.

“Umumkan travel-travel yang melanggar dan yang sedang diawasi,” tutur dia dalam pesan singkat, Kamis (7/12/2017).

Mestinya ketika sudah disinyalir menggunakan metode seperti First Travel, maka Kemenag segera bertindak. Selain itu, lanjut Shodik, masyarakat sebelum menggunakan travel tersebut, harus menanyakan terlebih dulu ke Kemenag.

“Atau juga bisa ke asosiasi travel haji dan umrah,” sambungnya.

Pola yang digunakan travel seperti itu yakni menimbun uang jamaah. Sehingga jadwal keberangkatan pun tidak pasti. Hingga beberapa tahun barulah jamaah bisa berangkat. Menurut Shodik, dugaan seperti ini harus segera ditindaklanjuti Kemenag.

“Ditindak saja pola seperti itu,” tandas dia.

Harga Murah

Wakil Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Mohammad Rinto Rahardjo mengatakan, selain terus mengingatkan jamaah, travel-travel juga perlu diedukasi. Selama ini travel yang berlisensi menjual umrah dengan harga yang sesuai. Sedangkan travel yang menjual harga murah, ini bisa jadi ujung-ujungnya menipu.

“Travel terus mencari jamaah hingga mengalami penumpukan,” tutur dia diwawancarai majalahnurani.com, Kamis (7/12/2017).

Owner Aroval Travel Mandiri ini melanjutkan, di tengah-tengah proses itu, maka yang terjadi penelantaran. Dari ketidakpastian keberangkatan jamaah sebenarnya sudah bisa diketahui. Memang awal-awal travel tersebut bisa memberangkatkan jamaahnya.

“Di pertengahan akan terjadi kemandekan. Jamaah disuruh nambah biaya, atau kadang sudah berangkat tapi pulangnya ada kendala dan dipaksa nambah biaya lagi. Lumayan itu. 4 sampai 5 juta. Begitu yang terjadi,” kata dia.

Kompetisi menjual umrah saat ini memang sangat ketat. Menurut Rinto, kalau travel sampai masih menjual harga yang sangat murah, pasti ada kebohongan. Misalnya janji hotelnya dekat. Tapi ketika disana hotelnya jauh. Kemudian janji akan ada trasportasi bus yang mengantar jamaah dari hotel.

“Tapi juga belum tentu,” terangnya.

AMPHURI, papar dia, terus memberi masukan Kemenag. Dan saat ini, Kemenag sudah merespon, menindak travel yang tidak menepati janji. Travel segera dipanggil, ditegur  bahkan ditutup.

“Kadang-kadang travel ini pada nggak kapok. Mau menguasai pasar dengan cara yag kasar. Dalam tanda kutip menelantarkan jamaah,” jelasnya.

Masyarakat juga perlu tahu bahwa umrah ada sessionnya. Misalkan pada saat umrah blan low session, maka harganya memang agak murah. Tapi juga ada yang high session dan harganya sangat mahal. Seperti jelang Ramadhan. Januari sampai April masih murah. Tapi setelah itu masuk pada high session dengan harga mahal.

“Meski harganya murah, tapi masih kompetitif dengan travel lainnya. Tidak dengan harga murah dibawah umumnya,” tegas Rinto.

Lima Pasti Umrah

Subdit Umrah Kemenag, Zakaria A, menegaskan agar masyarakat selalu berpedoman pada lima pasti umrah. Menurut dia, lima pasti umrah bisa menghindarkan jamaah dari penipuan. Selain itu harga murah dan jadwal keberangkatan.

“Pastikan dulu travelnya berizin. Bisa di cek di kantor Kemenag,” katanya dalam pesan singkat Whatsapp.

Selanjutnya, masyarakat memastikan jadwal keberangkatan. Kemudian memastikan hoteknya di Saudi, memastikan penerbangan apa yang digunakan. Informasi seperti itu harus jelas bagi masyarakat yang hendak berangkat umrah.

“Terakhir yakni memastikan visanya,” tambah dia.

Dari pengamatan Zakaria, kasus travel umrah yang ditutup Kemenag adalah yang menipu. Salah satu yang paling mudah dideteksi masyarakat yakni soal jadwal keberangkatan. Jika jeda antara waktu pembayaran dengan keberangkatan terlalu jauh, misalnya hingga satu tahun atau lebih, maka harus diwaspadai.

“Travel yang sudah lima pasti umrah, maka pasti semuanya. Sehingga masyarakat tidak perlu ragu,” ungkapnya. Bagus

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *