Press "Enter" to skip to content

Umat Islam Serukan boikot  Produk Amerika

Hingga kini gejolak desakan dari umat Islam Indonesia terhadap keputusan Donald Trump, semakin memanas. Bahkan ada seruan untuk mengusir dubes AS dan memboikot produk AS jika Trump tidak segera mencabut keputusannya.

Persoalan keputusan Donald Trump nampaknya semakin menyulut peperangan. Ada satu yang membuat Umat Islam tidak rela dengan keputusannya itu. sebab, di tanah yang ditetapkan sebagai ibu kota tersebut terdapat Masjidil Aqsa yang sudah menjadi tanah peribadatan umat Islam.

Ketua MUI KH Cholil Nafis, menerangkan, di Yerusalem itu tanah suci dari tiga agama Yahudi, Kristen dan Islam. Orang Yahudi menganggap itulah tanah sucinya yang harus dikuasai, demikian juga orang Kristen. Orang Islam menganggap tanah itu diyakini sebagaimana Masjid Al Aqso.

“Bagaimana Al Aqso itu tanah suci yang kalau ibadah disitu sampai 500 kali lipat. Termasuk Nabi Muhammad SAW dengan tugu batu yang ada di Masjid Al Aqso. Karena inilah akhirnya sama-sama mengklaim,” katanya dikonfirmasi majalahnurani.com, Kamis (8/12/2017).

Baca juga  106 Kelurahan di Surabaya Sudah Terpapar Corona

Dari dulu, papar dia, Nabi Yakub pertama kali sampai dengan Nabi Sulaiman berada di Masjidil Aqso yang menganggap itu tanahnya Israel. Tapi sepanjang sejarah ke-Islaman sampai yang terakhir, pada masa Sholahuddin Al Ayubi itu dikuasai Islam. Pada tahun 2004 akhirnya Turki Usmani dikuasai Inggris. Inggris menjajikannya tahun 19967 perangnya Israel dengan Arab yang akhirnya dimenangkan Israel.

Sementara Palestina, orang yang sudah berada di tempat tersebut dirampas Israel.  Islam sendiri menganggap tanah tersebut sudah menjadi miliknya. Inilah persoalan mengapa Palestina tak pernah berhenti direbutkan.

“Pernah pada masa Umar Bin Khattab, semua orang dibolehkan menjalankan ibadah dari semua agama tetapi lebih banyak pertumpahan darah dan Masjidil Aqso menjadi saksinya,” ujar Cholil.

Dalam menyikapi hal tersebut, Kiai Cholil berharap pemerintah agar pro aktif ikut menyelesaikan Palestina. “Kita berharap bisa ikut menyelesaikan masalah Palestina,” tegas dia.

Baca juga  Lagi, Tertular Corona Perawat Meninggal Dunia

Boikot Produk

Ustazah Nurjanah Hulwani, daiyah Jakarta, mengatakan, apa yg dilakukan Trump bukan hanya melecehkan bangsa Palestina dan umat Islam saja, tetapi juga menginjak-nginjak kehormatan Dunia International. Sikap kita sebagai umat Islam, lanjut dia, dengan sikap bangsa Palestina melawan dengan apa saja.

“Melakukan apa saja yang bisa kita lakukan sampai Trump mencabut keputusan sesatnya  dan menyerahkan kembali Al-Quds/ Yarusalem ke tangan Palestina dan Umat Islam,” ujarnya kepada majalahnurani.com, Kamis (8/12/2017).

Ketua Adara Relief tersebut juga mengomentari soal boikot umat Islam terhadap produk AS. Dia menyatakan, sebelum pengusiran dan boikot produk, yang harus dilakukan umat saat ini yakni mengambil peran dengan apa yg bisa di lakukan.

”Politisi dan kepala negara melakukan lobi-lobi ke negara Arab dan PBB untuk memberi tekanan International kepada Trump sehingga mencabut keputusannya,” sambungnya.

Adanya aksi protes dan pengusiran dubes AS, menurut Nurjanah sebuah tekanan umat Islam agar Trum bisa segera mencabut keputusannya. Tentunya aksi tekanan tersebut tak hanya dari Indonesia bahkan di dunia.

Baca juga  Rekor Baru Covid-19, Kasus Positif 3 September Tambah 3.622 Orang

“Melakukan aksi protes kemarahan seluruh umat  Islam di dunia dengan mendatangi Kedubes AS itu sebagai tekanan agar Trump pencabut keputusannya,” tandas dia.

Guru Besar UIN Wali Songo Semarang, Prof Amin Syukur mengamati, sebenarnya Yerussalem bukan hanya urusan umat Islam saja, tetapi bangsa seluruhh dunia. Adanya konflik tersebut dikarenakan keputusan AS. Sementara Palestina butuh dukungan.

“Negara Israel tidak bisa menentukan dirinya sendiri. Itu keputusan AS,” pungkasnya. Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *