Press "Enter" to skip to content

10 Juta  Umat Islam Indonesia Demo Bela Palestina

Diprediksi bahwa umat Islam yang hadir dalam aksi bela Palestina bisa mencapai 10 juta orang, bahkan lebih. Jutaan umat Islam ini akan menyampaikan aspirasinya terkait kemerdekaan Palestina. Ada 70 ormas Islam di Indonesia yang terlibat dalam aksi ini.

Ketua MUI KH Cholil Nafis meyakini bahwa umat Islam yang turun dalam aksi bela Palestina, bisa mencapai 10 juta. Menurut dia, banyaknya umat Islam yang mengikuti bela Palestina dikarenakan ada tuntutan yang sama yakni kemerdekaan Palestina. Selain itu, umat Islam juga bersilaturahim.

“Bisa 10 juta. Tapi bisa lebih kalau hitung-hitungan akal,” ujarnya dikonfirmasi majalahnurani.com, Jumat (15/12/2017).

Selempang Palestina

Wakil Sekjen MUI Amirsyah Tambunan menyatakan sudah siap untuk mengawal aksi tersebut. Dia menerangkan, secara teknis maupun subtansi, jutaan jamaah sudah siap.

“Secara teknis, masing-masing ormas membawa jamaahnya dengan berpakaian putih,” terang dia diwawancara majalahnurani.com, Jumat (15/12/2017).

Ketika aksi, lanjut Amirsyah, jamaah akan mengenakan selempang Palestina. Mereka akan mulai berkumpul di Monas dan menuju arah ke istana presiden. Secara subtansi, pidato akan diwakili ormas-ormas NU, Muhammadiyah ICMI dan lintas agama yang lain.

“Ormas yang mengikuti ini ada 70-an ormas Islam seluruh Indonesia. Insya Allah hadir semua,” ungkap dia.

Tak hanya itu MUI juga akan mengantisipasi berbagai macam situasi saat aksi digelar. Hingga kini, MUI terus berkordinasi dengan kepolisian. “Alhamdulillah polisi mendukung atas berjalannya aksi ini. Kita mengapresiasi,” tandas dia.

Penguruys Majelis Ekonomi, Mashuri Mashuda, mengatakan PP Muhammadiyah sudah memberi restu untuk turun dalam aksi bela Palestina. Secara resmi PP Muhammadiyah mengutus Prof Yunahar Ilyas LC dan Dr Anwar Abbas.

“Keduanya adalah ketua PP Muhammadiyah bidang dakwah, untuk mewakili pimpinan Muhammadiyah dalam bela aksi Palestina,” tuturnya.

Mashuri melanjutkan, mewakili representasi pemuda Muhammadiyah, Insya Allah se-Jabodetabek akan turun langsung di Monas. Untuk yang didaerah-daerah juga sudah banyak bergerak. dari Lampung, Jawa tengah, Jawa Barat, Banten, kalimantan dan Sulawesi.

Diharapkan, dari momentum Palestina momentum besar ini perlu dimanfaatkan Indonesia khususnya Muhammadiyah untuk mengungkapkan kecintaannya kepada Palestina.

“Kecintaan kepada Al Quds dan Al Aqsa. Dimana itu adalah Kota Suci,” sambung dia.

Dalam konstitusi Indonesia, papar Mashuri, di UUD 45 sudah termaktub di alenia pertama bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. Dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

“Atas dasar itu, maka kita sebagai anak bangsa harus berdiri tegak mengawal kedaulatan Palestina. Karena Palestina adalah negara yang pertama mengakui kedaulatan NKRI. Ini kita punya hutang sejarah,” tegasnya.

“Marilah semua anak bangsa menyatukan hati untuk menegaskan bahwa Amerika harus menutup kedutaanya di Yerusalem. Dan mengembalikan Yerusalem sebagai ibu kota Palestina,” pungkas Mashuri.

Cara Diplomasi

Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirads sebelumnya sudah menyatakan sikap pembelaan terhadap Palestina. Dia mengecam pernyataan sepihak Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem. Untuk itu, upaya menekan yang akan terus dilakukan Said yakni cara diplomasi.

“Memperkuat diplomasi. Seperti yang sudah dilakukan Pak Jokowi. Itu yang harus kita dorong,” ucap dia memberikan keterangan pers, Jumat (17/12/2017).

PBNU terus mendorong pemerintah Indonesia ikut serta proaktif membantu problem di Palestina. Dari kacamata Said, Indonesia perannya sangat strategis untuk menjadi penengah.

“Bisa memediasi dinamika politik yang sedang terjadi,” tukasnya. Bagus

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *