Press "Enter" to skip to content

Kemenag Audit Travel Solusi Balad Lumampah

Diduga gagal memberangkatkan ribuan jamaahnya, biro umrah Solusi Balad Lumampah (SBL) mendapatkan pengawasan khusus dari kemenag pusat. Kemenag akan mendatangkan akuntan publik untuk  mengaudit travel tersebut guna memastikan sehat atau tidaknya SBL.

Biro travel umrah Solusi Balad Lumampah (SBL) saat ini dalam status pengawasan khusus oleh Kementerian Agama pusat. Ini dilakukan menyusul dugaan tertundanya sekitar 3.000 jamaah untuk berangkat umrah.

Disebutkan, SBL diberi batas waktu sampai akhir Januari 2018 untuk dapat memberangkatkan seluruh jamaah umrah yang sebelumnya tertunda.

H Mulyo Widodo, Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Ibadah umrah dan Haji kemenag RI mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pengawasan khusus terhadap sejumlah travel umrah yang bermasalah, misalnya menelantarkan jamaah atau gagal memberangkatkan jamaah. Termasuk diantaranya adalah travel SBL yang diduga gagal memberangkatkan jamaah di Bandung.

Baca juga  Covid-19 Tak Bisa Diprediksi, Satgas Ingatkan Pernah Ada Pandemi 43 Tahun

“Kami akan mendatangkan akuntan publik terhadap travel SBL untuk mengetahui apakah travel tersebut sehat atau tidak, sebelumnya kemenag juga telah meminta penjelasan langsung dari travel yang bersangkutan, kami terus melakukan pengawasan terhadap travel yang bermasalah, yang terbaru adalah Hannien tour yang kita cabut izin umrahnya karena penelantaran yang menyebabkan gagal berangkat, SK nya sudah turun,” terangnya kepada Amphurinews.com, jumat (5/1).

Widodo ingin memastikan bahwa semua travel umrah masih semangat dalam melayani jamaah. Jika ada indikasi pelanggaran, maka pihaknya akan melakukan pengawasan khusus, kemudian memberi peringatan secara langsung maupun tertulis.

“Selain itu kita akan mengajak mereka diskusi, namun bila tetap melanggar maka akan kita berikan sanksi, itu resiko mereka,” jelasnya.

Baca juga  Kisah Sedekah Dokter Bedah: Kanker Ganas Sirna karena Sedekah

Sebagaimana diketahui, selama ini SBL menjaring jamaah umrah dengan program umrah promo, yang praktiknya menggunakan pola pemasaran berjaringan (multi level marketing—MLM). Program umrah promo ditawarkan dengan biaya Rp 16 juta sehingga “sukses” menjaring hingga ribuan jamaah. Belakangan muncul masalah karena gagal memberangkatkan ribuan jamaahnya. Bahkan sekumlah hotel di Makkah disebut enggan memfasilitasi jamaah SBL karena tunggakan biaya yang belum dibayarkan.

“Soal itu (penolakan hotel di Makkah terhadap jamaah SBL), kami belum mendapat laporan resmi dari mereka,” pungkasnya. 01/Yun

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *