Press "Enter" to skip to content

Mengenali Turunan Bahan Babi

Pusat Kajian Halal ITS Surabaya Dr Fredy Kurniawan menjelaskan, babi bisa digunakan menjadi bahan untuk produk apa saja. Diantara turunan bahan yang dikatakan haram yakni bangkai, darah, gelatin, khamr.
“Untuk itu masyarakat harus kritis,” ujar dia pada acara Demo Halal Cooking yang digelar SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Pucang Surabaya, Jumat (8/6/2018) sore
Menurut dia, edukasi halal harus ditanamkan pada pendidikan usia dini. Tentang kriteria makanan halal dan haram.
“Misalnya bahan gelatin yang sering dijadikan untuk campuran makanan,” katanya.
KERAMIK TULANG BABI
Dari pengamatan Fredy, gelatin itu bahan yang jarang ditulis di komposisi makanan kemasan. Bahan gelatin babi ini sering dipakai dalam pembuatan roti dan eskrim.
“Mengapa? Karena gelatin  ini bisa untuk melembutkan teksturnya,” ungkap dia.
Bahkan, papar Fredy, tak hanya di produk makanan saja, melainkan perabotan rumah tangga dan bahan bangunan.
Dia mencontohkan, dulu kalsium diambil dari gunung. Tapi sekarang bisa didapatkan dari tulang babi. Seperti dipakai di keramik.
“Kalau keramik ini dipakai untuk sholat? Bagaimana? Selain keramik, tulang babi juga digunakan untuk bahan cat,” urainya.
Menurut Fredy pemberian label halal pada produk itu sudah tepat. Dia tak menampik jika bahan haram itu memang tidak banyak. Tapi bahan haram ini bisa digunakan dalam produk apapun.
“Setelah diteliti, ternyata bahan haram ini ada dimana-mana,” ucap dia.
LOGO HALAL
Kepala SMAMDA Astajab MM mengimbau agar siswa, guru dan masyarakat umum untuk memilih produk halal. Dia mengakui memang tak mudah mengenali produk yang halal dan haram.
“Yang paling mudah yakni lihat logo halalnya. Produk itu sudah bersertifikat halal atau belum,” sarannya.
Chef Halal Suherman Kemang menuturkan, sebenarnya babi itu cobaan umat Islam. Sebab babi itu bisa dipakai dan dicampur dengan bahan apa saja.
Menurut dia, ada pemikiran masyarakat yang salah memaknai sedapnya makanan karena menggunakan minyak babi.
Makanan yang enak, Herman menyontohkan makanan nasi goreng dan bakmi, tak harus menggunakan minyak babi, atau ditambahkan arak.
“Karena itu kembali lagi pada chefnya. Kan banyak makanan enak tanpa ada bahan haramnya. Jadi kembali lagi ke chefnya,” tukasnya. 01/Bagus
Baca juga  Peringati Hari Ozon, SD Al Muslim Ajak Siswa Sediakan Sayur Sendiri

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *