by

Peringati Hari Batik, SMAMDA Gelar Pameran Batik Lukis

Bertempat di lantai 2 BG Junction Mall, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (SMAMDA) menggelar Pameran Batik Lukis. Pameran ini berlangsung mulai Senin sampai Rabu, 1-3 Oktober 2018.

Kepala SMAMDA Astajab MM menuturkan, pemeran batik lukis ini juga untuk memperingati hari batik nasional yang jatuh pada tanggal 2 oktober 2018.

“Sekaligus usaha melestarikan dan mengembangkan batik dikalangan generasi muda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa dan pada akhirnya turut mewarisi budaya bangsa  khususnya seni rupa batik,” kata Astajab, Senin (1/10/2018).

Di tahun ketiga ini, SMAMDA  sebagai SMA Rujukan di Surabaya, memandang perlu mendukung dalam melestarikan batik. Sekaligus pembelajaran bagi siswa siswi serta guru.

Diuraikan Astajab,  pameran batik ini merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan pelestarian batik sebagai warisan budaya di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya.

Baca juga  Server UNBK SMP Gangguan, Kemendikbud Minta Maaf

Mata pelajaran membatik telah masuk dalam muatan kurikulum SMAMDA. Tak heran jika SMAMDA memasukan kegiatan membatik dalam salah satu agenda kegiatan SMA rujukan.

Program ini sebenarnya adalah kelanjutan program batik lukis tahun lalu. Hasil lukisan yang dipamerkan merupakan hasil workshop yang diadakan SMAMDA selama 10 hari setiap hari Jum’at Sabtu mulai akhir bulan agustus hingga terakhir tanggal 20  September 2018.

“Kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa dan guru dari SMA Muhammadiyah 2 Surabaya saja tetapi juga sekolah imbas yaitu SMA Muhammadiyah 1, 3, 4, 7, 9, 10 dan SMA Maryam,” terangnya.

Ada 30 karya batik lukis yang dipamerkan. Astajab berharap kegiatan ini jadi agenda rutin tiap tahun dan lebih besar lagi.

Baca juga  Jelang UN, Siswa Smamda Ikuti Pemantapan Spiritual

“Batik menjadi budaya keunggulan Indonesia. Tak hanya di Indonesia tapi batik sudah diekspor ke luar negeri. Saya berharap siswa terinspirasi siswa bisa jadi pembatik profesional serta melestarikan budaya batik,” paparnya.

Tujuan lokasi pameran saat ini digelar di mall dengan harapan lebih banyak mendapatkan apresiasi dari masyarakat luas. Hal ini sesuai dengan rencana tahun lalu.

“Pameran batik tahun ini memang diselenggarakan di mall, seperti yang telah direncanakan pada tahun lalu,” jelasnya.

Rahmad Setyo Wibowo, guru seni SMAMDA menyampaikan bahwa pelatihan batik lukis ini menekankan pada pewarnaan dengan teknik colet/ kuas dengan menggunakan remasol yang berbeda dengan tahun lalu yang menggunakan teknik warna indigosol.

Baca juga  SD Saim Gelar Dirgantara Seni dan Sains

“Pameran batik lukis ini bertemakan be yourself,” tegasnya.

Bahkan lukisan karya Tais Suchara Staloch, siswi dari Brazil juga dipamerkan. Meski awalnya siswa sulit, tapi akhirnya berhasil membatik.

“Kesulitan umum yakni kebiasaan memegang canting tradisional. Dalam waktu pendek ya siswa memang agak sulit,” tandas dia. 01/Bagus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed