Setelah melalui rapat, PP Muhammadiyah melalui Sekretaris Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti pada Kamis (18/3/2020), menyatakan resmi menunda penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiah ke-48 di Solo demi mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.
“Keputusan diambil berdasarkan hasil rapat pleno PP Muhammadiyah yang digelar Rabu 18 Maret 2020,” ujar Abdul Muti kepada majalahnurani.com.
Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiah ke-48, yang semula direncanakan dilaksanakan 1-5 Juli 2020 ditunda pelaksanaannya pada tanggal 24-27 Desember 2020.
Jaga Keselamatan
Pada rapat pleno, kata Abdul, keputusan itu diambil setelah memperhatikan masukan para dokter dan ahli epidemiologi terkait penyebaran virus corona di Indonesia.
Penundaan muktamar bertujuan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta yang hadir dalam forum pengambilan keputusan tertinggi di ormas Muhammadiyah tersebut.
“Serta memperhatikan keselamatan dan kesehatan peserta dan penggembira Muktamar,” tambahnya.
Tunda Munas
Sementara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga memutuskan menunda penyelenggaraan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2020 yang digelar pada 18-19 Maret di Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah. Sedangkan belum diketahui kapan akan dijadwalkan ulang Munas tersebut.
“Penundaan dilakukan bukan karena kepanikan atau kecemasan, namun semata demi kemaslahatan bersama mengingat Munas Alim Ulama dan Konbes NU melibatkan ratusan peserta dan dihadiri ribuan muhibbin NU,” ujar Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas. 01/Bagus






