PWNU Jatim Berharap PSBB Tak Batasi Shalat

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Marzuki Mustamar menilai kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memerangi virus corona perlu beberapa catatan.

Peniadaan Shalat Jumat

Menurut Kyai Marzuki pembatasan itu jangan sampai keterlaluan. Masyarakat memang harus hati-hati. Pemerintah pun sudah memperketat pengawasan, protokol.

“Tapi tidak harus meninggalkan syariat,” ungkap Kyai Marzuki Rabu (1/3/2020).

Jangan sampai karena PSBB maka membuat umat Islam meninggalkan syariat agama seperti hanya peniadaan shalat Jumat.

Ketika umat Islam sudah mandi, memakai sabun bersih, memakai hand sanitizer, dan sehat apakah tidak boleh shalat Jumat.
“Saya berharap PSBB tidak sampai membatasi salat sampai keterlaluan, siapa yang nanggung dosanya,” tegasnya.

Wajib Shalat Jumat

Wakil Sekertaris PWNU Jatim Ustad Dozi menambahkan, di dalam Bahtsul Masail sudah dijelaskan mengenai ketentuan shalat Jumat di tengah wabah Covid-19. Diantaranya bahwa orang sehat atau orang tanpa gejala wajib menghadiri shalat Jumat.

Maka dengan ketentuan ini, dalam kondisi apapun, ketika umat Islam sehat maka wajib menghadiri sholat.

“Bagi orang positif Covid-19 dilarang menghadiri shalat Jumat.
Kemudian orang tanpa gejala wajib shalat Jumat. Tapi jika dia takut tertular, maka boleh tidak menghadiri shalat Jumat.
Sekelompok orang tanpa gejala, minimal jumlahnya 40 wajib mendirikan shalat Jumat,” urai Ustad Dozi. 01/Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *