Tak sedikit masyarakat yang menolak keberadaan adanya tenaga medis di tengah-tengah masyarakat yang menangani pasien Corona. Bahkan ada pula yang menolaknya seperti kasus perawat di Surabaya yang berpindah tempat lantaran ditolak warga. Belum lagi perawat yang meninggal karena tertular Corona lalu jenazahnya ditolak.
Ketua Tim Satgas COVID-19 Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kapten Fitdy memohon agar masyarakat tak bersikap seperti itu lagi. Dia meminta masyarakat bisa menerima keberadaan tenaga medis.
“Terkait stigma yang melekat pada diri kami atau kita yang kadang mungkin terlihat ditolak di masyarakat karena mungkin akan membawa virus karena kita habis menyentuh pasien dan sebagainya, mohon dengan sangat kami juga manusia, yang kami laksanakan ini dengan hati, sehingga mohon terimalah kami juga dengan hati,” ujar dia saat video confrence di Gedung BNPB, Ahad (26/4/2002).
Lindungi Diri
Fitdy mengatakan seluruh tenaga medis merupakan pahlawan yang bukan hanya untuk dirinya, tapi juga bagi nusa dan bangsa Indonesia. Ia berharap para tenaga medis dan masyarakat bisa melindungi diri agar tidak terpapar virus Corona.
“Anda semua akan menjadi seorang pahlawan bagi diri sendiri dan orang lain dan bagi seluruh masyarakat Indonesia, negara kita ini. Mohon dengan sangat lindungi diri sendiri dan lindungi orang lain sehingga pesan pencegahan akan terlaksana dengan baik,” sambungnya.
Tetap Disiplin
Indonesia, tegas Fitdy, kembali pulih dari wabah ini jika masyarakat tetap disiplin dan melakukan pencegahan. Untuk itu, Fitdy mengajak seluruh masyarakat Indonesia berkontribusi melawan wabah Corona dan memberikan semangat kepada para tenaga medis yang bertugas.
“Mari kita memenangkan perang melawan COVID-19 ini dan kita harus menang. Saya mohon, warga negara Indonesia yang ada di seluruh IIndonesi. Tenaga kesehatan yang saat ini semangat untuk motivasi untuk melaksanakan kegiatan pelayanan, ayo kita pasti bisa. Indonesia bisa, Indonesia tangguh, semangat untuk kita semua,” tandasnya. 01/Bagus






