Press "Enter" to skip to content

Persilahkan Longgarkan PSBB Demi Cegah Stres, Ini Syarat dari Komisi IX DPR RI

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku bahwa telah mendengar keluhan masyarakat yang merasa kesulitan untuk mencari nafkah setelah PSBB diterapkan. Saat ini, kata Mahfud, pemerintah tengah memikirkan solusi untuk mengatasi persoalan tersebut dengan memikirkan upaya pelonggaran atau relaksasi PSBB.

“Kita tahu ada keluhan sekarang ini sulit keluar, sulit berbelanja dan sebagainya, sulit mencari nafkah dan sebagainya. Kita sedang memikirkan apa yang disebut relaksasi PSBB,” kata Mahfud saat siaran langsung dalam akun Instagram pribadinya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melki Laka Lena mempersilakan pemerintah melakukan pelonggaran atau relaksasi terhadap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, hal itu harus dibarengi dengan pengetatan physical distancing atau jaga jarak.

Baca juga  Kemenhub Imbau Tidak Piknik, Tidak Mudik

“Relaksasi boleh, tapi dengan prinsip social distancing dan physical distancing ketat,” kata Melki, Ahad (3/5).

Melki meyakini rencana pemerintah soal relaksasi PSBB itu diambil setelah adanya evaluasi berkala terkait penanganan Covid-19 (Corona Virus Disease). Utamanya, evaluasi PSBB dalam segi kesehatan, sosial, dan budaya.

Oleh karenanya, ia mempersilahkan jika pemerintah akan mengambil kebijakan relaksasi PSBB. Intinya, kata Melki, pemerintah tetap harus memikirkan upaya lain untuk memutus penyebaran Covid-19 di Indonesia.

“Pemerintah selalu melakukan evaluasi berkala terkait penangannya Covid-19 baik aspek kesehatan, sosial dan budaya. Evaluasi ini tentu bisa saja tetap konsisten dengan kebijakan PSBB saat ini, atau bisa dilakukan relaksasi, yang penting prinsip dasar pencegahan dan pemutusan Covid-19 harus dilakukan dengan konsisten dan disiplin lalukan protokol kesehatan,” bebernya. ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *