Press "Enter" to skip to content

Bappenas Sebut Syarat Utama Pelonggaran PSBB

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memaparkan, salah satu syarat utama pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ialah angka reproduksi efektif kasus Virus Corona di bawah 1.

Angka reproduksi (R) ini merupakan ukuran tingkat penularan suatu penyakit. Misalnya, influenza punya angka reproduksi 1,06 – 3,4; campak mencapai 15.

Nah, sebagian pakar menyebut Covid-19 memiliki angka reproduksinya sekitar 3, atau satu penderita bisa menularkan pada tiga orang lainnya.

KASUS MENURUN

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan kriteria pertama sekaligus menjadi syarat mutlak adalah angka kasus baru menurun setidaknya selama dua minggu berturut-turut.

Syarat kedua, adalah sistem pelayanan kesehatan harus berkapasitas maksimal, baik dari tempat tidur rumah sakit maupun instalasi gawat darurat untuk perawatan Covid-19.

Baca juga  Pakar Epidemiologi Protes Revisi Perwali Kota Surabaya Tidak Berbasis Science

“Jumlahnya, lebih besar dari jumlah kasus baru yang memerlukan perawatan di rumah sakit,” ujarnya Jumat (22/5/2020).

Syarat ketiga, yakni pengawasan dan kapasitas tes swab yang cukup.

NEW NORMAL

Suharso menjelaskan, beberapa daerah yang telah memenuhi kriteria dapat melakukan penyesuaian PSBB.

“Namun, tetap ada syarat keempat, yakni penerapan protokol new normal atau normal baru secara ketat,” tegasnya.

Menurut dia, pemantauan pelaksanaan protokol harus dilakukan secara rutin dan evaluasi terhadap dampak kebijakan juga dilakukan.

Jika kemudian kasus kembali meningkat, maka pelaksanaan PSBB dapat diterapkan kembali.

Ia menegaskan pelonggaran PSBB bukan berarti virus sudah hilang, tapi penyebaran virus sudah dapat dikendalikan.

Dalam kondisi tersebut, masyarakat menuju normal baru dalam bulan ke depan atau setidaknya sampai tersedia vaksin dan obat Covid-19.

Baca juga  Promokan Pelacuran, AILA Sesalkan Publikasi Magdalena

Penerapan normal baru antara lain mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer secara rutin, pemakaian masker dan jaga jarak (physical distancing), penyediaan tes Covid-19, serta tetap dilakukannya penelusuran kontak, tes, dan isolasi secara sistematis.

PROSES ADAPTASI

Meski demikian, terdapat tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian masyarakat. Pertama, kemungkinan masa kritis sehingga ada peningkatan kasus Covid-19 beberapa minggu ke depan; kedua, implementasi protokol kesehatan Covid-19.

“Ketiga, proses adaptasi dengan kehidupan normal baru, terutama perubahan kebijakan dan aturan sesuai perkembangan Covid-19, optimalisasi teknologi digital, dan pelaksanaan protokol Covid-19 secara konsisten,” tandasnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *