Press "Enter" to skip to content

Unair Menilai PSBB Tahap 2 di Surabaya Raya Lebih Buruk

Pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Windhu Purnomo memaparkan hasil kajian penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya.

Menurutnya, penerapan PSBB Surabaya Raya kali ini berjalan lebih buruk daripada pelaksanaan tahap pertama lalu. 

“PSBB tahap dua lebih buruk dari pada tahap satu,” tutur Windhu, Senin (25/5).

TERUS MENINGKAT

Buktinya kurva kasus positif virus corona di Surabaya Raya masih terus meningkat dari hari ke hari.

Windhu mengaku penularan virus corona di Surabaya Raya masih dalam tingkat mengkhawatirkan.

“Kumulatifnya kurva itu menanjak terutama Surabaya, Gresik lumayan tapi masih ada peningkatan,” sambungnya.

Kondisi ini, kata Windhu, diperburuk oleh situasi jelang lebaran Idulfitri 1441 Hijriah.

Baca juga  Melanggar PSBB Surabaya, Sanksi Administrasi Menanti

MASYARAKAT ABAI

Masyarakat justru abai dengan aturan-aturan PSBB terkait protokol kesehatan, seperti physical distancing, berkerumun dan bepergian keluar rumah. Mal-mal buka dan ramai.

Meski berisiko jika pemerintah melonggarkan PSBB Surabaya Raya setelah berakhir hari ini, Windhu tak memberikan rekomendasi.

“Kami hanya menyampaikan kondisinya. Masih berisiko tinggi, kalau tiba-tiba dilonggarkan,” terangnya.

SANKSI TEGAS

Pelonggaran PSBB Surabaya Raya, tegas Windhu, semakin meningkatkan jumlah kasus positif. Untuk itu, langkah yang perlu diambil adalah memperpanjang dengan menerapkan sanksi tegas.

“Pelaksanaannya tidak sesuai dengan harapan. Karena tahap dua ketika diperpanjang, tidak dibarengi dengan perubahan pergub, perwali, perbup tidak ada perubahan apa-apa,” kata dia. 

IZIN DICABUT

Pemerintah daerah memang tak membuat aturan untuk menindak para pelanggar PSBB Surabaya Raya.

Baca juga  Soal Haji, Malaysia Masih Menunggu Keputusan Arab Saudi

Menurut Windhu, ini membuat aparat tak bisa bergerak menindak badan usaha di luar 11 sektor dikecualikan, seperti mal, pertokoan baju atau pakaian yang masih saja buka. 

“Kalau melanggar itu harusnya ada tambahan sanksi denda administrasi. Izin dicabut sementara. Perusahaan atau toko yang diluar 11 area esensial dicabut sementara. Itu yang harusnya ada. Kalau enggak, sama aja dengan kemarin-kemarin,” tandasnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *