Press "Enter" to skip to content

Sholat Jumat Dua Gelombang, MUI: Tidak Sah

Dewan Masjid Indonesia berencana membuat shalat Jumat dengan dua gelombang. Namun menurut
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan pelaksanaan shalat Jumat dua gelombang di tengah tatanan normal baru (new normal) selama pandemi virus corona (Covid-19) tidak sah.

MENAMBAH TEMPAT

Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas menjelaskan hal itu berdasarkan Fatwa MUI Nomor 5/MUNAS VI/MUI/2000 tentang Pelaksanaan Salat Jumat Dua Gelombang.

“Jadi kami lebih mengimbau kepada pemerintah dan masyarakat untuk menambah jumlah tempat penyelenggaraan salat Jumat. Lebih aman,” ujar Anwar dalam siaran pers, Selasa (2/6/2020).

Masyarakat tetap dapat melangsungkan shalat Jumat serentak dengan memilih ibadah di tempat peribadatan skala kecil seperti musala, kantor atau lapangan dengan catatan tetap memperhatikan physical distancing sesuai imbauan pemerintah.

Baca juga  Rencana Saudi Perbolehkan Warga Asing Berkunjung Mulai 16 September

FATWA MUI

Anwar bercerita, Fatwa tentang salat Jumat dua gelombang lahir dari Musyawarah Nasional VI MUI pada 2000 silam. Fatwa tersebut berisikan empat poin. Poin pertama, “Pelaksanaan salat Jumat dua gelombang (lebih dari satu kali) di tempat yang sama pada waktu yang berbeda hukumnya tidak sah, walaupun terdapat’uzur syar’i.”

“Orang Islam yang tidak dapat melaksanakan salat Jum’at disebabkan suatu ‘uzur syar’i hanya diwajibkan melaksanakan salat Zuhur,” demikian poin kedua dalam fatwa tersebut.01/ Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *