Press "Enter" to skip to content

Jamaah Haji Tahun Ini Dilarang Sentuh Kakbah dan Cium Hajar Aswad

Arab Saudi menerapkan protokol kesehatan yang ketat terhadap jamaah haji tahun ini. Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Nasional Arab Saudi pada Senin (6/7/2020) telah mengeluarkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19 dalam pelaksanaan haji tahun ini. Salah satunya jamaah haji tidak dibolehkan menyentuh atau mencium Kabah dan Hajar Aswad.

Pagar penghalang akan dipasang untuk mencegah jamaah haji menyentuh atau mencium kedua benda itu. Petugas keamanan mesti memastikan jamaah tidak mendekati pagar pembatas.

JARAK 1,5 METER

Ketika bertawaf (mengelilingi Kabah), jarak antara jamaah haji minimal 1,5 meter. Sehingga akan ada pembatasan untuk tiap sesi tawaf sebanyak tujuh kali mengitari Kabah.

Mataf (areal tawaf) dan masa (tempat melaksanakan sai dari Safa dan Marwa) sebelum dan sesudah tiap sesi tawaf dan sai. Namun belum diketahui berapa jumlah jamaah diizinkan bertawaf dan bersai setiap sesinya. Tapi dari percobaan-percobaan sebelumnya, satu kali sesi tawaf dan sai hanya boleh diikuti oleh 50 orang.

Baca juga  Tiga Pegawai Reaktif Corona, Kantor PBNU Tutup

Saat melaksanakan wukuf di Padang Arafah, tidak boleh ada lebih dari sepuluh jamaah haji untuk tiap 50 meter persegi tenda. Semua jamaah haji dan petugas terkait wajib menggunakan masker sekali pakai sepanjang waktu selama pelaksanaan rukun islam kelima itu. Masker harus dibuang di tempat telah disediakan.

LEMPAR JUMRAH DIBATASI

Jamaah haji juga mesti melaksanakan lempar jumrah sesuai jadwalnya. Tiap sesi pelemparan jumrah hanya boleh dilakukan 50 jamaah untuk masing-masing lantai tempat melempar. Jarak antar jamaah saat melempar jumrah antara 1,5 hingga dua meter. Batu kerikil disediakan buat melempar jumrah harus sudah disterilisasi dan dibungkus rapat dalam kantong plastik.

Hanya makanan dan minuman cepat saji terbungkus rapat harus di sediakan bagi tiap-tiap jamaah haji secara terpisah. Jamaah haji boleh meminum air Zamzam menggunakan gelas atau botol sekali pakai. Siapa saja tidak memiliki izin berhaji, dilarang memasuki Mina, Muzdalifah, dan Arafat mulai 19 Juli sampai 12 Zulhijah.

Baca juga  Tahapan Pilkada Dilanjut 15 Juni, Diawali Melantik PPK

Jamaah menderita gejala Covid-19 akan diperiksa lebih dulu oleh dokter sebelum merampungkan ritualnya dan berada di roombongan jamaah dengan gejala serupa. Siapa saja mengalami gejala flu, seperti demam tinggi, bersin-bersin, hidung berair, tenggorokan sakit atau tidak bisa merasakan bau dan rasa, tidak dibolehkan melaksanakan ritual haji sampai gejalagejala itu hilang dan dibuktikan dengan keterangan dokter.

Sebelumnya, 22 Juni 2020 Kementerian Haji dan Umrah mengumumkan haji Haji tahun ini hanya boleh diikuti sepuluh ribu penduduk Arab Saudi dengan menerapkan protokol Covid-19 secara ketat. Ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *