Ada Iklan Pornografi di Situs Belajar Daring, Dinas Pendidikan Surabaya Klarifikasi

Para walimurid di Surabaya diresahkan dengan sebuah Tayangan video menunjukkan situs belajar daring yang disisipkan gambar pornografi viral di aplikasi percakapan WhatsApp. Dalam video berdurasi 33 detik yang memuat konten iklan pornografi itu, terdapat keterangan “Bahaya kalau daring kelas 2 SD ternyata diselingi gambar pornografi”.

Di situs tersebut, terdapat soal untuk siswa kelas 2 SD yang diberikan pada 10 Agustus 2020. situs yang diketahui bernama gurubp.comAda lima gambar pornografi yang tersisip di situs belajar daring itu.

BUKAN DARI SURABAYA

Di tayangan itu terdapat suara dan tangan seorang perempuan yang membaca beberapa soal. Namun setelah men-scroll ke atas, muncul beberapa gambar pornografi. Perempuan tersebut mengucap istighfar dan kemudian menutup situs itu.

Baca juga  Besok Sejumlah BEM Gelar Aksi Turunkan Harga Bahan Pokok dan BBM

Netizen menduga video tersebut berasal dari Surabaya, sebab tercantum salah satu nama stasiun televisi swasta yang ada di Surabaya. Namun Kepala Bidang Guru dan Bidang Pendidikan Dispendik Surabaya, Mamik Suparmi menegaskan, website tersebut bukan website resmi dan bukan dari guru yang ada di Surabaya.

“Sudah diklarifikasi 2 hari yang lalu. Itu bukan dari Surabaya. Itu tidak resmi dari website gurubp.com. Itu juga bukan guru kita kami sudah cek,” kata Mamik saat dikonfirmasi, Kamis, 13 Agustus 2020.

Mamik juga mengimbau, untuk orang tua agar tidak membuka video tersebut. Karena memang ada banyak iklan tidak pantas.

“Saya rasa perlu disarankan agar tidak membuka web tersebut. Itu bukan web dinas pendidikan Kota Surabaya,” katanya.

Baca juga  Besok Sejumlah BEM Gelar Aksi Turunkan Harga Bahan Pokok dan BBM

PENJELASAN PEMKOT

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara memastikan bahwa sisipan iklan pornografi di situs belajar daring yang sempat viral di aplikasi percakapan itu bukan dari Surabaya.

“Kami sudah mengecek sumbernya dan kami pastikan itu bukan dari guru Surabaya, karena itu bukan website resmi Dispendik Surabaya,” kata Febri, saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2020). Menurutnya, pembelajaran daring untuk siswa di Surabaya hanya melalui aplikasi Dispendik, yaitu dispendik. surabaya.go.id dan office 365. Selain itu, sejak beberapa minggu lalu, pemkot juga melakukan pembelajaran melalui televisi swasta di Surabaya, yaitu SBO TV dan TV9. “Nah, selama pembelajaran melalui TV itu, guru hanya menyampaikan mata pelajaran sesuai tema dan memberikan tugas. Jadi, guru yang mengajar di TV tidak pernah menganjurkan untuk mencari kunci jawabannya di Google,” ujar dia. Ym

Baca juga  Besok Sejumlah BEM Gelar Aksi Turunkan Harga Bahan Pokok dan BBM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *