Press "Enter" to skip to content

Besok, Ribuan Buruh Kembali Unjuk Rasa di Surabaya Tolak Omnibus Law

Gelombang penolakan UU Omnibus Law akan terjadi lagi besok, Selasa (20/10/2020) di Surabaya.

Ribuan massa buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) Jawa Timur, kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan turun ke jalan.

Juru bicara Getol sekaligus Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Jatim, Nuruddin Hidayat, mengatakan mereka akan mengawali aksinya dari depan Kebun Binatang Surabaya hingga depan Gedung Negara.

“Getol Jatim terdiri dari beberapa elemen, serikat pekerja, mahasiswa dan LSM. Kami kumpul di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS) pukul 12.00 WIB, dari situ kami longmarch menuju Grahadi, estimasi 3.000 massa,” kata Nurudin kepada media, Senin (19/10/2020).

Baca juga  Jumlah Kasus Sembuh Corona Meningkat, Alhamdulillah Jatim Tertinggi

TAK PUAS

Nurudin mengaku tak puas dengan hasil pertemuan bersama Menko Polhukam Mahfud MD di Jakarta, Rabu (14/10/2020) siang.

“Kami tidak puas dari hasil pertemuan dengan Menko Polhukam. Menko menyarankan agar pekerja mengajukan JR (judicial review) dan memasukkan usulan dalam aturan turunan, [bukan mencabut omnibus law ciptaker],” kata dia.

Aksi yang dilakukan besok adalah awal dari serangkaian rencana demonstrasi Getol yang bakal digelar 20-23 Oktober. Nurudin mengatakan unjuk rasa akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka yakni pencabutan UU Omnibus Law, melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) dikabulkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)

“Omnibus law ini kan dari proses pembahasan tidak aspiratif dan tidak mempedulikan aspirasi publik, dari pengesahan terburu-buru, dan ada juga isu berubahnya halaman draf UU, isi dan substansi banyak yang merugikan pekerja. Aksi ini akan terus kita lakukan, hingga tuntutan dikabulkan dan Omnibus Law dicabut,” tegas Nurudin. Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *