by

Kasus Positif Covid-19 Naik, Bupati Mojokerto Tinjau Penguatan PPKM Mikro Kampung Tangguh Semeru

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati bersama Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander dan Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto meninjau penguatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Kampung Tangguh Semeru di desa Mejoyo Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto, Senin(28/6/2021).

Dalam kesempatan tersebut ketiganya meninjau kesiapan fasilitas ruang isolasi serta kesiapan aparatur desa Mejoyo dalam penerapan penguatan PPKM Mikro. Tak hanya itu, Bupati Mojokerto beserta Kapolres dan Dandim 0815 juga meninjau pelaksanaan vaksin untuk warga setempat. Bahkan Kapolres Mojokerto memberikan bingkisan kepada warga setempat setelah disuntik vaksin.

Dikatakan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, kunjungan tersebut terkait penguatan kembali PPKM Mikro di desa Mejoyo sehingga semuanya bisa mengendalikan tambahan kasus covid yang saat ini memang terjadi tidak hanya di wilayah Mojokerto saja tetapi di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga  SMK Telkom Sidoarjo Juara I Lomba Design Web Nasional

“Jadi kita akan maksimalkan PPKM Mikro dengan ketersediaan tempat isolasi di masing-masing desa. Alhamdulillah di desa ini tidak ada yang kena covid-19,” ujarnya.

Dijelaskan Ikfina lebih lanjut, peningkatan kasus covid 19 di Mojokerto saat ini sifatnya masih sporadis dan tersebar sehingga untuk PPKM Mikro di kabupaten Mojokerto masih masuk zona hijau dan kuning.

“Jadi meskipun kita jumlahnya naik perhari ini sudah 270 orang yang kita rawat dengan kasus positif covid-19, tapi untuk zona PPKM Mikro kita masih zona hijau dan kuning karena sifatnya sporadis, jadi masih memenuhi kriteria satu RT terdapat satu atau dua rumah, rata-rata satu rumah ada satu orang pasien dan sifatnya tersebar,” jelasnya.

Masih kata Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, yang bisa dilakukan adalah supaya ketersediaan Bed atau tempat tidur untuk pasien covid-19 tidak penuh, maka yang tidak ada gejala cukup melakukan isolasi di masing-masing desa. Sehingga yang positif dengan gejala ringan maka ditempatkan di puskesmas, dan untuk gejala sedang serta berat di rumah sakit.
Soal fasilitas dan kesiapan aparatur desa Mejoyo, Ikfina cukup puas. Fasilitas di tempat isolasi cukup bagus dan sangat memadai, ruangannya juga cukup nyaman untuk dijadikan tempat istirahat. Kemudian pihak desa juga sudah menyiapkan program Lumbung Pangan.

Baca juga  Update Corona 22 Oktober 2021: Kasus Baru 760, Kematian 33 Orang

“Saya suda konfirmasi ke kepala desa bahwa anggaran masih tersedia, karena memang ada arahan dari pusat untuk penganggaran dari Dana Desa untuk PPKM Mikro, semua sudah ready, tinggal dijalankan saja, untuk posko dan relawan covid-19 juga sudah siap untuk mengawasi terkait pelaksanaan PPKM Mikro maupun isolasi mandiri di tingkat desa,” pungkasnya.

Sementara itu dikatakan Suep, Kepala Desa Mejoyo, sejumlah antisipasi sudah dilakukan pihak desa dengan dibentuknya Tim Kesehatan hingga tingkat RT. Antara lain setiap ada warga yang dating dari luar kota, maka diarahkan terlebih dahulu ke posko untuk laporan, setelah itu diarahkan ke polindes untruk diperiksa. Kalau memang ada gejala tidak boleh masuk desa.

Baca juga  Dihadiri Arumi, FPPI Jatim Gelar Pelantikan Anggota, Santunan Anak Yatim dan Bantuan Modal Bagi UMKM

“Tetapi kalau orang tersebut tanpa gejala dan memilih isolasi di rumah, maka akan ada pengasawasan dari kepala dusun dan tim kesehatan agar orang tidak seenaknya keluar rumah,” pungkasnya. ym

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed