by

Fatwa MUI soal Menimbun Bahan Pokok Selama Pandemi: Diharamkan

Tengah viral di media sosial perilaku panic buying masyarakat saat PPKM Darurat diberlakukan.
Di video itu beberapa warga memborong dan berebut salah satu produk susu di swalayan.

Mirisnya lagi, warganet mengeluhkan harga masker kain dobel yang sempat turun, kini naik lagi. Bahkan, kelangkaan tabung oksigen terjadi dimana-mana.

Dalam siaran pers yang diterima majalahnnurani.com, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan fatwa haram bagi masyarakat yang sengaja memborong, menimbun, berbagai kebutuhan pokok. Termasuk ketersediaan masker, tabung oksigen, obat-obatan, termasuk vitamin, dikarenakan panic buying PPKM Darurat.

KELANGKAAN BARANG

Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mewanti-wanti aksi tersebut. Memborong berbagai kebutuhan selama pandemi covid-19 ini dapat mengakibatkan kelangkaan barang. Sehingga, orang yang benar-benar membutuhkan malah tidak kebagian dan menimbulkan kerugian.

Baca juga  Update Corona 24 Oktober 2021: Kasus Baru 623, Kematian 29 Orang

Dijelaskannya, Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020, hukumnya haram soal ini.
“Menegaskan ‘tindakan yang menimbulkan kepanikan dan/atau menyebabkan kerugian publik, seperti memborong dan menimbun bahan kebutuhan pokok dan menimbun masker hukumnya haram’,” tuturnya, Ahad (4/7).

Malah, MUI meminta masyarakat memanfaatkan kondisi ini sebagai suatu langkah untuk saling bahu-membahu membantu masyarakat.

“Dalam pemenuhan kebutuhan dan layanan kesehatan bagi masyarakat,” ungkapnya. Bagus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed