by

Bedakan Pekerja Kritikal dan Esensial, Polda Jatim Surati Asosiasi Perusahaan

Masih banyak perusahaan yang mewajibkan karyawannya bekerja selama penyekatan PPKM Darurat. Akibatnya banyak pengendara yang diputar balik lantaran tidak termasuk karyawan yang dibolehkan bekerja.

Di dokumen PPKM darurat, pemerintah memberlakukan aturan yang lebih ketat terkait sektor mana saja yang boleh beroperasi.

Untuk sektor esensial, aktivitasnya diperbolehkan sebanyak 50 persen staf yang bekerja di kantor dengan protokol kesehatan yang ketat. Adapun untuk sektor kritikal diperbolehkan sebanyak 100 persen staf yang bekerja di kantor dengan protokol kesehatan yang ketat.

Sektor esensial mencakup keuangan, perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi inofrmasi dan komunikasi, perhotelan nonpenanganan karantina Covid-19, serta industri ekspor dan impor.

Baca juga  Bupati Mojokerto Pantau Penyerahan BST di Kecamatan Gondang

Kemudian sektor kritikal mencakup energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar, serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Selain itu maka diwajibkan Work From Home (WFH).

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengakui, sementara untuk 4 (empat) hari penerapan PPKM Darurat yang dilaksanakan di Jawa Timur memang perlu dilakukan evaluasi.

“Yakni soal membedakan antara pekerja di sektor kritikal dan sektor esensial,” tuturnya diwawancarai, Selasa (6/7).

Terkait hal itu, pihaknya akan memberikan surat kepada asosiasi perusahaan. Tujuannya agar asosiasi bisa mengimbau kepada anggotanya soal aturan PPKM Darurat.

Baca juga  Khofifah Minta Warga Jatim Segera Vaksin

“Jalan keluarnya kami akan memberikan surat kepada asosiasi perusahaan agar bisa menghimbau kepada anggotanya terkait aturan PPKM Darurat, serta akan dipasang spanduk-spanduk pemberitahuan kriteria sektor kritikal dan esensial,” paparnya. Bagus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed