by

Wali Kota Mojokerto Berharap Komoditas Ekspor Sektor UKM Bertambah

Jumat (20/8) Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari memberangkatan Ekspor Furnitur dari PT Dong Lim Furniture Indonesia yang berlokasi di jl Raya Bypass Mojokerto. Korea dan Jepang menjadi negara tujuan ekspor Furnitur tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Ning Ita, Sapaan Akrab Wali Kota mengatakan bahwa ekspor Furnitur di pabrik itu dalam seminggu memberangkatkan sebanyak dua kontainer dengan nilai sekitar Rp 600 juta. Sehingga dalam sebulan nilainya mencapai Rp 2,4 milyar.
“Sesuai arahan dari bapak Presiden, daerah ini diminta untuk mempercepat jumlah uang yang beredar, Kota Mojokerto sebagai pendukung ekonomi Jawa Timur dan nasional kita ingin memastikan bahwa di kota Mojokerto pun perekonomian tumbuh dibuktikan dengan ekspor yang terus berjalan tidak mengalami penurunan atau pengurangan sama sekali di saat pandemi maupun PPKM,” jelas Ning Ita.

Baca juga  Forkopimda Jatim Sasar Vaksinasi Lansia di Magetan

Dalam kunjungan tersebut Ning Ita juga menyoroti percepatan vaksinasi. Meskipun di Kota Mojokerto secara agregat tertinggi di Jawa Timur, namun dalam rangka persiapan untuk sektor esensial dan non esensial bisa buka 100 persen, maka Wali Kota ingin memastikan di sektor tersebut sudah tervaksinasi.
Dari total 170 karyawan di PT Dong Lim, masih ada 90 karyawan yang belum tervaksin.
“Maka saya himbau untuk mengagendakan jadwalnya untuk kita bantu vaksinator dan vaksinnya, jemput bola di sini supaya ada percepatan,” terangnya.

Ika Puspitasari, Wali Kota Mojokerto

Ning Ita juga menyemangati keberadaan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) untuk melakukan ekspor. Sejauh ini ada komoditas alas kaki dan rokok dari Kota Mojokerto yang rutin melakukan ekspor. Pemkot Mojokerto akan melakukan berbagai upaya agar produk UKM lainnya bisa ekspor. Antara lain melalui program buisnis matching antara pemerintah daerah dengan pemerintah provinsi yang melakukan kunjungan ke beberapa daerah sehingga diharapkan komoditas ekspornya akan terus bertambah.

Baca juga  Bumil Kategori MBR di Surabaya Dapat Bansos, Berharap Tidak Ada Kasus Bayi Stunting

“Kalau sekarang mungkin hanya ada 3-4 komoditas, ke depan jumlah komoditas yang berpotensi dilakukan ekspor akan lebih banyak lagi,” katanya.

Selain itu Pemkot Mojokerto juga bersinergi dengan Kantor Pengawasan dan apelayanan Bea Cukai (KPPBC) Sidoarjo untuk nantinya memberikan pendampingan kepada pelaku UKM. Bahkan Pemkot Mojokerto akan menyediakan kantor KPBC di Kota Mojokerto untuk memberikan pelayanan secara langsung kepada pelaku UKM tentang dunia ekspor.
“Ekspor itu tidak seribet dan sesulit yang mereka bayangkan, ekspor sangat mudah, apalagi dalam keterbukaan saat ini,” pungkasnya. Ym

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed