by

Polres Mojokerto Tangkap Pelaku Penganiayaan Bersenjata Tajam yang Sebabkan Tangan Korban Hampir Putus

Satreskrim Polres Mojokerto yang bekerjasama dengan Polsek Trowulan kembali mengungkap peristiwa penganiayaan dengan menggunakan sajam (senjata tajam) yang terjadi di lokasi jalan Raya Lengkong, Dusun Temboro, Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Peristiwa tersebut terjadi pada Ahad (29/8) sekitar pukul 03.00 WIB. Tiga pelaku yang diamankan bernama Satya Premanata (25), Tomi Basmalah (25) dan M Agit Supiyantoro (23). Ketiganya merupakan warga Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Dalam Konferensi Pers yang dilakukan di Mapolres Mojokerto, Kamis (2/9) siang, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, kronologi kejadian bermula pada hari Sabtu (28/8) sekitar pukul 23.00 WIB, pelaku yang berjumlah beberapa orang menenggak minuman keras jenis arak. Selang satu jam kemudian pelaku bersama rekan-rekannya bergerak menuju jalan Raya Lengkong yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kemudian beberapa orang pelaku terlibat cekcok dan berkelahi dengan pemuda yang sedang nongkrong di TKP. Setelah itu pelaku kembali ke daerah Gondang dan merencanakan balas dendam.
“Setelah kembali ke kecamatan Gondang, para pelaku ini menyusun rencana untuk kembali ke TKP dan melakukan penganiayaan dengan menyiapkan beberapa senjata tajam,” ujar Kapolres Mojokerto kepada awak media.

Baca juga  Terdampak Kekeringan, Polresta Mojokerto Salurkan Air Bersih di Pedesaan

Kemudian di TKP, pada Ahad (29/8) sekitar pukul 03.00 WIB, segerombolan pelaku bertemu korban yang bernama Abdul Kalim (14) yang berstatus pelajar dan kebetulan berada di TKP. Abdul Kalim diduga kuat merupakan korban salah sasaran.
“Tersangka datang kembali dan melakukan penganiayaan dimana korban merupakan korban berbeda, korban mengalami luka tepat di tangan kanan hampir putus dan dibawa ke rumah sakit,” imbuh Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander.

Ketiga Pelaku penganiayaan yang diamankan

Masih kata Kapolres Mojokerto, korban lantas melaporkan penganiayaan itu ke Polsek Trowulan dan Polres Mojokerto. Kemudian tim yang dipimpin oleh Kasatreskrim, Kanit Resmob dan Kapolsek Trowulan melakukan penyelidikan. Hasilnya, pada tanggal 31 Agustus sekitar pukul 17.00 WIB, tim mengantongi identitas pelaku dan diamankan salah satu pelaku bernama Tomi dan dua pelaku lainnya.
“Masih ada 5 orang yang kita lakukan pengejaran, barang bukti 4 buah sajam, dua unit motor yang dikendarai pelaku, tim masih melakukan penyelidikan dan pengejaran 5 orang pelaku lainnya, untuk kasus ini kami kenakan pasal 170 KUHP junto 351 dan UU Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 19 tahun pidana penjara,” ujarnya.

Baca juga  Forkopimda Jatim Cek Vaksinasi Tuna wisma Dalam Peringatan HUT Lalu lintas Bhayangkara ke 66

Lebih lanjut AKBP Dony Alexander mengatakan, sebagai upaya deteksi dini, pihaknya akan melakukan patroli rutin di titik-titik rawan kriminalitas, serta akan berkoordinasi dengan
Stakeholder terkait untuk melakukan operasi minuman keras. Polres Mojokerto juga akan mengantisipasi kejadian serupa di jalur Lengkong Trowulan tersebut, dengan menempatkan anggota yang stanby di lokasi.
“Harapan saya 5 pelaku lain untuk menyerahkan diri untuk menerima proses hukum yang berlaku,” pungkas AKBP Dony Alexander.

Sementara itu pelaku yang bernama Tomi mengaku dirinya dan teman-temannya menenggak minuman keras sebelum pergi ke TKP dengan tujuan menonton balap liar. Di TKP sempat ada perkelahian.
“Iya habis minum arak, beli di toko kelontong, senjata (samurai, red) membawa dari rumah,” tukasnya. Ym

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed