Pemkot Surabaya Minta Pelaku Usaha Segera Menyampaikan LKPM

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, meminta semua pelaku usaha untuk menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), untuk periode pelaporan triwulan II dan Semester I, tahun 2023. Kewajiban pelaporan ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 5 Tahun 2021, Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, dan Peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal RI, Nomor 5 Tahun 2021, tentang Pedoman dan Tata Cara Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

“Jadi, kami imbau kepada seluruh pelaku usaha, yang sudah berkewajiban untuk menyampaikan LKPM-nya, untuk segera dilaporkan. Di Surabaya sendiri, ada sekitar 7.660 pelaku usaha, yang sudah berkewajiban melaporkan LKPM-nya,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati di ruang kerjanya, Sabtu (8/7).

Menurutnya, yang berkewajiban menyampaikan LKPM ini, adalah pelaku usaha kecil, menengah dan besar. Adapun kategori pelaku usaha kecil, adalah pelaku usaha yang modal awal usahanya Rp 1-5 miliar, berarti kalau masih di bawah Rp 1 miliar, tergolong usaha mikro. Kemudian untuk pelaku usaha menengah, adalah yang modal awal usahanya Rp 5-10 miliar, dan pelaku usaha besar, yang modal awal usahanya Rp 10 miliar ke atas.

Baca juga  17 Agustus Mendatang Paspor RI Ganti Desain

“Penyampaian LKPM ini sudah dimulai, tanggal 1 dan terakhir tanggal 10 Juli 2023. Untuk pelaku usaha kecil wajib menyampaikan LKPM, Semester I (Januari-Juni) tahun 2023. Sedangkan untuk pelaku usaha menengah dan Besar, wajib menyampaikan LKPM Triwulan II (April – Juni) tahun 2023,” kata dia.

Adapun penyampaian LKPM itu, melalui sistem Online Single Submission (http://oss.go.id) pada menu Pelaporan. Tentunya dengan menggunakan hak akses, yang telah diberikan oleh Kementerian Investasi/BKPM-RI.

“Pelaporan LKPM ini sangat penting, karena nantinya akan ditarik menjadi data investasi, baik data investasi di tingkat pusat, provinsi dan juga Kota Surabaya. Selain itu, dalam pelaporan itu para pelaku usaha, bisa menyampaikan keluhannya terkait dengan investasi, di Surabaya. Yang paling penting lagi, update data perkembangan kegiatan penanaman modal ini, juga untuk merumuskan kebijakan ekonomi nasional,” tegasnya.

Baca juga  PBNU: Serangan Iran ke Israel Bentuk Kemarahan Dunia

Apabila dalam jangka waktu yang sudah ditentukan, para pelaku usaha tidak menyampaikan LKPM-nya, maka berdasarkan Pasal 55 Peraturan BKPM, Nomor 5 Tahun 2021, tentang Pedoman dan Tata Cara Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, perusahaan yang tidak melaporkan itu, akan dikenakan sanksi berupa Peringatan Tertulis, dan sanksi yang paling berat nantinya, adalah pencabutan NIB-nya.

“Nah, kami sudah menyiapkan sejumlah fasilitas, untuk membantu para pelaku usaha dalam menyampaikan LKPM itu,” katanya.

Sejumlah fasilitas itu, adalah yang formal ada bimtek yang rutin digelar setiap bulannya, ada juga klinik investasi, di Gedung Siola yang siap melayani dan mendampingi pelaku usaha, selama jam kerja. Bahkan, kini sudah ada tim pendamping, yang siap mendampingi para pelaku usaha, serta ada pula hotline Dinas Penanaman Modal & PTSP Kota Surabaya melalui Contact Center 085158117872 (WA Chat Only) atau Telepon 031-99001786.

Baca juga  Menag Terbitkan SE agar Penyuluh dan Penghulu Dukung 4 Program Pemerintah

“Silahkan dipilih layanan itu, kalau butuh informasi lebih lanjut dan butuh pendampingan,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed