Kemendagri Perkuat Lintas Sektor Percepat Turunkan Stunting

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Dialog Kebijakan Penguatan Sinergitas Lintas Sektor Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting di Hotel Novotel Samator, Rabu (12/7).

Diwawancarai majalahnurani.com, Kasubdit Pengendalian Penduduk dan KB, Dit SUPD IV, Ditjen Bina Bangda Kemendagri Rezha Pranatama mengaku perlu adanya penguatan program agar bisa dilakukan kolaborasi dengan pihak swasta.

Tujuannya untuk mempercepat penurunan stunting. Dijelaskannya, APBD percepatan stunting saat ini minim. Karena 75 persen habis untuk belanja pegawai, sisanya untuk amanat undang-undang tentang pendidikan dan kesehatan.

“Untuk itu perlu program yang inovatif dari Pemda agar bisa optimal menggunakan anggaran daerah dan menggaet pihak swasta,” ungkapnya.

Baca juga  Menag Terbitkan SE agar Penyuluh dan Penghulu Dukung 4 Program Pemerintah

Lebih dari itu, Rezha menjelaskan, pihak swasta yang berfokus pada profit harus bisa diuntungkan dengan program yang ditawarkan pemda tanpa melanggar aturan. Hingga kini Kemendagri terus melakukan advokasi agar bisa kolaborasi tidak hanya dengan pihak swasta tetapi juga perguruan tinggi dan berbagai pihak.

“Untuk mendorong Pemda dan pihak swasta dalam berkolaborasi, perlu dialog agar bisa membuka wawasan dari pemda dan swasta dalam mencari inovasi dalam kolaborasinya,” sambungnya.

Rezha berharap dialog tersebut membantu Pemda dalam menyusun kebijakan sehingga bisa mendukung percepatan penurunan stunting secara nasional. “Serta menguatkan komitmen dan peran stakeholder kunci dalam pelaksanaan program kegiatan guna mendukung percepatan penurunan stunting terutama sektor swasta,” terang Rezha yang juga ketua panitia acara dialog.

Baca juga  PBNU: Serangan Iran ke Israel Bentuk Kemarahan Dunia

Ditambahkan Sekretaris Utama BKKBN , Tavip Agus Rayanto bahwa angka stunting dari 37 persen di tahun 2014 kini menjadi 21,6 persen di tahun 2022. Menurutnya upaya ini perlu terus dilakukan dengan menganggarkan di berbagai kementrian hingga intervensi yang sifatnya langsung diarahkan pemberian makanan bisa diberikan secara langsung dan tepat.

“Yang ingin kami bangun pentahelix tidak hanya di segi pemerintah. Sehingga partisipasi swasta sangat dibutuhkan, apalagi aturannya sudah banyak yang mendukung partisipasi dan kolaborasi dengan swasta,” jelas dia. (Ra, foto-foto: Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed