Istighosah dan Khotmil Quran Awali Pembangunan 7 Proyek Strategis Kota Mojokerto, ini Kata Ning Ita

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan Peletakan Batu Pertama pembangunan Wisata Taman Bahari Mojopahit (TBM) di bantaran Sungai Ngotok, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Selasa (18/7/2023) pagi.

TBM merupakan salah satu dari 7 proyek strategis pembangunan di Kota Mojokerto. Kegiatan pagi itu dikemas dengan pemberian santunan anak yatim oleh wali kota Mojokerto, pembacaan istighosah, Khotmil Quran (khataman alquran) 30 juz dan doa bersama.

Pembangunan wisata TBM menjadi salah satu dari 7 proyek strategis pembanguan di Kota Mojokerto yang totalnya mencapai Rp 52,7 miliar.

Caption : Ning Ita menyerahkan potongan tumpeng dalam kegiatan peletakan Batu Pertama pembangunan TBM Kota Mojokerto

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan pembacaan istighosah dan khotmil quran itu menjadi ikhtiar bersama mengetuk pintu langit memohon kemurahan dan kasih sayang Allah SWT agar seluruh kerja senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran.

“Kami ingin di setiap proses pembangunan di Kota Mojokerto yang sudah rencanakan sekian tahun sebelumnya, bahkan untuk proyek pariwisata ini sudah sejak 2019. Alhamdulillah kerja keras ini diijabah oleh Allah SWT. Harapan kami doa kita bersama, 7 proyek strategis terkait pariwisata ini pembangunannya bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Baca juga  Pj Wali Kota Mojokerto Keluarkan Surat Edaran, ASN Diimbau Beli Beras Premiun dari Bulog

Dalam pembangunan 7 proyek tersebut, kata Ning Ita, pemkot Mojokerto mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat yang nilainya lebih dari 50 miliar.

Ning Ita merinci, dari 7 proyek itu, 3 diantaranya merupakan pembangunan aksesibilitas jalan dan akses keluar dari tempat wisata yang akan dibangun di lokasi. Yakni jalan raya Blooto Utara senilai Rp 2,6 miliar, Jalan raya Pulorejo senilai Rp 6 miliar dan jalan Raya Balongcankring-Rejoto senilai Rp 5,2 miliar.

“Ketiga proyek itu sudah selesai proyek tender dan sudah dimulai pekerjaannya,” ujar Ning Ita.

Sementara 4 paket proyek lainnya adalah Taman Bahari Majapahit yang didalamnya ada berbagai fasilitas pariwisata seperti wisata susur sungai, agrowisata alam di sepanjang sungai Ngotok.

“Di dalamnya juga ada beberapa tempat yang dipersiapkan bagi pertunjukan Pagelaran Seni Budaya yang memberikan ruang bagi UMKM kita untuk bisa mendapatkan rezeki melalui terbangunnya kawasan wisata ini,” imbuh Ning Ita.

Proyek lainnya adalah pembangunan gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PULT) yang saat ini pembangunannya juga sedang berjalan di sisi sebelah timur dari jalan Rejoto.

Baca juga  HUT ke-78, Persit KCK PD V/Brawijaya Gelar Donor Darah

“Di sana akan menjadi tempat bagi UMKM dan ekonomi kreatif untuk terus melakukan upaya agar bisa naik kelas dan kurasi bagi calon calon wirausaha baru,” kata Ning Ita.

Proyek ketiga adalah sentra Industri Kecil Menengah (lKM) batik untuk mewadahi pembatik Kota Mojokerto. Saat ini pembatik di Kota Mojokerto terus menunjukkan perkembangannya menciptakan berbagai motif batik baru yang digali dari warisan budaya Mojopahit dan alam sekitar yang tumbuh berkembang di Kota Mojokerto.

“Itu terus dilakukan sebagai upaya untuk eksplorasi sehingga sentra ini akan menjadi pusat untuk pengembangan batik-batik kota Mojokerto, diharapkan ke depan para wirausaha batik ini akan terus berkembang sehingga meningkatkan perekonomian para pembatik Kota Mojokerto yang jumlahnya terus meningkat,” ucap Ning Ita.

Selain Itu, juga ada proyek Kapal Resto Mojopahit senilai Rp 2,5 miliar yang dalam waktu dekat segera dikerjakan di sisi Timur dari jembatan Rejoto.

“Ini bisa nanti akan terbangun satu restoran di atas kapal, panjangnya kurang lebih 40 meter sehingga kuliner kuliner khas kota Mojokerto yang enak-enak bisa kita sajikan di atas Resto kapal yang bisa menjadi jujukan wisatawan masyarakat dari berbagai daerah untuk berwisata kuliner berkegiatan di Kota Mojokerto,” tandas Ning Ita.

Baca juga  Ketersediaan Bahan Pangan di Surabaya Aman hingga Hari Raya Idul Fitri

Ning Ita melanjutkan, 7 proyek strategis ini merupakan milik masyarakat kota Mojokerto dan Pemerintah kota (Pemkot) Mojokerto, sehingga diperlukan sinergi bersama.

“Ketika proyek ini nanti sudah selesai terbangun dan dimanfaatkan maka manfaatnya adalah untuk untuk pemerintah kota sebagai sumber PAD, juga untuk masyarakat sebagai peningkatan ekonomi warga Kota Mojokerto.

“Manfaatnya nanti untuk kita semuany, semoga doa-doa yang sudah kita mohonkan senantiasa diijabah oleh Allah SWT,” pungkas Ning Ita.

Pada kesempatan itu, Ning Ita dan semua yang hadir bersama-sama menyantap nasi tumpeng yang disediakan.

Ning Ita panen buah jeruk di agrowisata Lokasi TBM Kota Mojokerto

Ning Ita juga berkesempatan panen buah jeruk di lokasi agrowisata di bantaran sungai Ngotok. (Adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed