Mengintip Antusias Siswa SD Al Falah Surabaya saat MPLS

Memasuki akhir MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), siswa baru SD Al Falah Surabaya makin antusias belajar. Seperti pagi itu, tampak kelas 1 bersemangat menyimak materi pelajaran membaca Alquran yang disampaikan Ustaz Imam. Berbeda ruangan, di ruang kelas putri, nampak semuanya antusias. Secara bergiliran mereka maju ke depan dengan percaya diri (PD) memperlihatkan hasil karya gambarnya di depan guru dan teman-temannya. Menariknya ada yang berbeda MPLS di tahun ini. Yakni soal kesepakatan keyakinan. Apa maksudnya?

Jika di tahun sebelumnya disebut kesepakatan kelas, maka saat ini disebut kesepakatan keyakinan kelas. “Jadi anak-anak sendiri yang membuat  aturan itu. Apa yang diyakini, value apa yang diyakini. Nilai moral apa yang diyakini,” ujar Kepala SD Al Falah Surabaya Ustazah Yuni Wakhidah saat berbincang dengan majalahnurani.com, Kamis (20/7).

Baca juga  Pendaftar UNESA Jalur SNBT 2024 Meningkat, Prodi Vokasi Jadi Incaran

Dari situlah sekolah menggali pendapat siswa mengenai apa yang diyakini siswa. Contoh, lanjut Ustazah Yuni, membuang sampah pada tempatnya. Jika siswa sudah memiliki value itu, pihak sekolah berkeyakinan bahwa siswa dengan sendirinya menyebut bahwa itulah aturan kelas. “Sehingga dijadikanlah kesepakatan kelas,” sambungnya.

Pihak SD Al Falah Surabaya berharap, di tahun ajaran baru ini, siswa bisa belajar dengan bahagia. Siswa bisa beradaptasi belajar setelah liburan dan kemudian siswa bahagia. Artinya siswa tidak terpaksa. Tumbuh kesadaran dalam diri siswa. Sehingga apapun yang menjadi aturan, itu digali dari siswa sendiri. “Ketika anak-anak siap belajar, dan dia bahagia dengan belajar, maka akan mendapatkan karakter bahagia di sepanjang harinya. Bahwa belajar itu tidak terbatas oleh waktu,” terang Ustazah Yuni.

Baca juga  Dispendik Surabaya Gencarkan Pembekalan Guru Siswa Inklusi

Tak ketinggalan, di momen Hari Anak Nasional ini, SD Al Falah juga berpesan ke para orang tua bahwa sebuah sistem pendidikan yang terbaik pun, tidak akan berhasil jika tidak bisa menjalin sinergitas dengan orang tua. “Maka lebih efisien jika program sekolah itu diterapkan di rumah agar bisa berkesinambungan,” jelasnya.

Seperti diketahui bahwa saat ini jumlah siswa SD Al Falah Surabaya mencapai 680 siswa. Dengan metode program pembelajaran berdefrensiasi, maka siswa bisa belajar dengan bahagia. (Ra, foto-foto: Bagus).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed