Pemkot Mojokerto Fasilitasi Hak Cipta Gratis untuk 100 Karya Batik

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memfasilitasi hak cipta (HAKI) gratis untuk 100 desa batik di Kota Mojokerto. Hal itu disampaikan dalam pembinaan kreativitas pengrajin batik di Pendopo Sabha Krida Tama Rumah Rakyat, Selasa (24/7/2023).

Dalam kesempatan itu Ning Ita, sapaan akrab wali kota, juga mengatakan pentingnya filosofi dalam produk batik sehingga akan memberikan nilai lebih yang bisa menaikkan harga jual.

“Setiap lukisan yang dituangkan di kain, ada filosofi yang bisa diceritakan. Karena adanya filosofi, maka meningkatkan hasil nilai karya,” kata Ning Ita.

Ning Ita berpesan agar para pembatik terus konsisten untuk melestarikan warisan budaya mojopahit untuk mendukung Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

Baca juga  PAD Triwulan I 2024 Kota Mojokerto Naik 33 Persen

“Pariwisata Kota Mojokerto lebih memfokuskan pada wisata sejarah dan budaya. Sehingga nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam batik ini, juga perlu kita gali filosofinya untuk dijadikan narasi”, terang Ning Ita.

Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (pemkot) Mojokerto ini juga menyediakan fasilitas pendaftaran desain batik dalam hak cipta (HAKI) secara gratis untuk 100 karya.

Pentingnya filosofi dalam sebuah karya juga dijelaskan oleh Agus Tri Santoso yang menjadi salah satu narasumber dalam pelatihan ini.

“Saya lebih senang menjual cerita daripada jualan batiknya. Karena setiap kita jualan, yang ditanya motifnya dan kita akhirnya bercerita” ungkap pemilik brand Apikmen ini.

Selain Agus Tri Santoso pelatihan yang digelar pada 24-25 Juli 2023 juga menghadirkan Principal Consultant, Rumpun Consulting sekaligus Dosen Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta Aprina Murwanti.

Baca juga  Arus Balik Lebaran, Lonjakan Penumpang Kereta Api di Stasiun Mojokerto Sebesar 5 Persen

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Ani Wijaya mengatakan, peserta pelatihan ini telah dinyatakan lulus uji kompetensi dari Balai Besar Pelayanan Jasa Kerajinan dan Batik.

“Ini adalah upaya kami untuk meningkatkan daya saing batik Kota Mojokerto. Kemandirian para pengrajin nanti akan kita kedepankan,” kata Ani. Ym

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed