Tantangan Resiliensi di Jatim, Begini Kata Stafsus Menko Perekonomian

Conference yang merupakan puncak acara East Java Economic (EJAVEC) 2023 ke-10 menghadirkan dua narasumber talkshow yang membahas penguatan ekonomi Jawa Timur pada Rabu (26/7). Narasumbernya yakni Reza Siregar, Ph.D selaku Staff Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Prof. Iwan Jaya Azis selaku Profesor Cornell University USA dan Research Scholar BI Institute.

Digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, talkshow mengangkat tema “Mendorong Resiliensi Ekonomi Jawa Timur yang Inklusif dan Berkelanjutan di Tengah Peningkatan Ketidakpastian Global”. Diketahui bahwa indikator perekonomian Jawa Timur masih terpantau membaik di tengah berlanjutnya tekanan global dan domestik. Resiliensi tetap perlu didorong diantaranya melalui penguatan kesinambungan antar industri, penguatan peran UMKM untuk semakin inklusif, serta penguatan sektor perdagangan dengan pemanfatan ekonomi digital.

Baca juga  Arus Balik Lebaran, KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya Layani 390 Ribu Penumpang

Reza Siregar menitiberatkan bahwa kita senantiasa dibayangi oleh perubahan yang begitu cepat atau dikenal sebagai kondisi Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA). “Sehingga perlu strategi yang komprehensif,” ungkapnya.

Menurutnya ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan untuk mendorong resiliensi. “Tantangan yang perlu diperhatikan untuk mendorong resiliensi daerah adalah kesehatan, stabilitas keuangan, dan food security,” sambungnya.

Sementara Prof. Iwan Jaya Azis juga menyampaikan bahwa tidak hanya VUCA, Indonesia juga dihadapkan dengan kondisi omnicrisis. “Yang menjadikan pengembangan lebih menantang,” katanya. Iwan menyoroti pentingnya mengembangkan produktivitas. “Sebagai pendorong ekonomi secara struktural dalam jangka panjang,” tandas dia. (Ra, foto-foto: Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed