Sambut HUT RI ke-78, Puteri Batik Jatim Ajari Anak Panti Bikin Karya Seni

Menyambut HUT Kemerdekaan RI Ke-78, Puteri Anak Batik RU Jatim 2023 Claire Elysia mengajari anak Panti Asuhan Rumah Sejati membikin karya seni yakni membatik di botol bekas air mineral belum lama ini. Claire Elysia mengaku bersyukur, bangga dan senang bisa kembali berbagi kebahagiaan serta ilmu kepada anak-anak hebat Indonesia. Menurutnya, dengan kegiatan semacam itu, anak-anak bisa tumbuh lebih berkarakter dan menjadi generasi yang hebat.

“Dalam kunjungan ke panti kali ini aku ingin mengajak anak anak untuk seru seruan bermain dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan. Namun, tetap memiliki nilai edukasi,” kata Claire.

Pagi itu dia menyontohkan membatik di botol bekas. Ada beberapa cat warna yang digunakan. Tak hanya di botol, corak batik juga diajarkan di media kertas. Claire menambahkan, kegiatan mendaur ulang juga sesuai program yang sedang dijalankannya sebagai Puteri Anak Batik RU Jatim 2023 yaitu program MaNjAh (Menjaga Kelestarian Batik & Lingkungan Hidup).

“Melalui program ini aku ingin mengajak anak anak untuk menjadikan sampah menjadi barang berharga dengan melibatkan warisan budaya Indonesia yaitu Batik. Sehingga, sejak dini anak anak sudah bisa belajar menjaga melestarikan batik dan lingkungan hidup,” terangnya.

Selain mengedukasi batik dan lingkungan, Claire juga memberikan donasi. Serta, membagi bagikan doorprize menarik untuk anak anak. Claire menghimbau kepada generasi muda Indonesia agar terus bangga dan cinta terhadap budaya batik dengan menggunakan batik sebagai busana terbaik dalam setiap momen istimewa.

“Sebagai Putri Anak Batik RU Jatim 2023, saya ingin kembali mengkampanyekan budaya batik kepada masyarakat. Khususnya anak anak muda. Karena, kita akan terlihat lebih anggun dan cantik serta gagah dengan dibalut busana batik modern,” pungkas Claire.

Ketua Panti Asuhan Rumah Sejati, Esther menyampaikan apresisiasi dan terima kasih kepada pihak Puteri Anak Batik RU Jatim 2023 yang peduli dengan anak anak. Karena, selain membutuhkan uluran tangan para dermawan, anak anak juga membutuhkan sentuhan hangat dengan cara bermain dan belajar yang seu dan menyenangkan. “Sehingga, diharapkan dengan kegiatan menarik ini anak anak disini bisa lebih memahami arti bersosialisasi dan pentingnya turut menjaga budaya batik serta menjaga lingkungan alam sejak dini,” tandasnya. (Ra, foto-foto: Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed