Mahasiswa dari 10 Negara Antusias Ikuti Lomba Makan Kerupuk di Unusa

Semarak kemerdekaan masih sangat terasa di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Seperti pagi ini, Selasa (22/8) ada 42 mahasiswa asing dari 10 negara ikut lomba Agustusan. Mereka ini dari Somalia, Mesir, Sudan, Libya, Uganda, Yaman, Mali, Sierra Leonean, Malaysia, dan Timor Leste. Salih Abdul Rahman, mahasiswa asal Lybia nampak antusias mengikuti lomba makan kerupuk. Saking semangatnya, Salih yang sudah tiga tahun di Indonesia ternyata berhasil juara satu. “Ini pertama kali saya ikut lomba. Agak susah ya makan kerupuk seperti ini. Sebab di negara saya, tidak ada. Matur suwun,” ungkap Salih yang sesekali fasih menjawab berbahasa Jawa.

Baca juga  Unusa Lantik 26 Dokter, Ada yang Atlet Ski Air

Wiwik Afridah, M.Kes, Ketua GENUS/ Kantor Urusan Internasional Unusa menjelaskan, acara ini merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya diadakan di Unusa. Tujuan acara ini untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa-mahasiswa asing yang tengah menempuh pendidikan di Surabaya dan Malang. Tahun ini ada 13 mahasiswa dari Kelantan Malaysia yang turut serta dalam kegiatan ini. “Dalam rangkaian kegiatan ini, mahasiswa Unusa dan mahasiswa asing memiliki kesempatan yang sangat berharga untuk saling bertukar pengalaman. Melalui berbagai permainan tradisional yang diadakan, suasana kolaboratif dan interaktif tercipta di antara kedua kelompok mahasiswa ini. Permainan tradisional tersebut bukan hanya menjadi bentuk hiburan semata, tetapi juga sarana untuk memperdalam pemahaman tentang budaya masing-masing,” ungkapnya.

Baca juga  Kontribusi UNESA di Bidang Kerja Sama Internasional Diganjar Penghargaan MRPTNI

Wiwik menambahkan, mahasiswa Unusa memiliki peluang untuk berbagi pengalaman, belajar, dan berkembang di lingkungan kampus kepada mahasiswa asing. Di sisi lain, mahasiswa asing juga dapat berbagi pandangan dan pengalaman unik mereka dalam mengadaptasi dengan budaya dan lingkungan baru di Surabaya dan Malang.

“Acara ini memberikan hal yang positif dan bermanfaat bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk saling berinteraksi, memperluas wawasan, dan memperdalam toleransi terhadap perbedaan budaya. Selain itu, kegiatan ini juga berpotensi meningkatkan hubungan antarbudaya di lingkungan kampus, menciptakan kerjasama yang lebih erat, dan membangun persahabatan yang berkesinambungan antara mahasiswa Unusa dan mahasiswa asing,” ungkapnya. (Ra, foto: Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed