Tingkatkan Daya Saing, Mahasiswa Unusa Praktik di RS Malaysia

Sebanyak 4 mahasiswa dan 2 dosen dari Prodi Keperawatan menjalani praktik lapangan di Rumah Sakit di Malaysia selama dua minggu di Al Sultan Abdullah Hospital, milik Universiti Teknologi Mara (UiTM). Mereka mengikuti Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat Internasional (International Community Health Service Program). “Kami mengajak empat mahasiswa dari semester berbeda untuk mengetahui sekaligus membandingkan sistem perkulaiahan dan praktik di sana, khusunya untuk mahasiswa keperawatan,” kata Siti Nur Suhasina, S.Kep, Ns., MTr.Kep., Jumat (8/9).

Dikatakannya, program yang dilakukannya merupakan salah satu tuntutan di era global, dimana perguruan tinggi dituntut untuk meningkatkan daya saing menuju perguruan tinggi kelas dunia (world class university) melalui proses praktik lapangan di luar negeri.

Baca juga  Serunya Meet and Greet Program Bilinggual Class Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya

“Tentu globalisasi tidak hanya menyangkut dan berdampak pada sektor ekonomi, tetapi hampir seluruh elemen kehidupan manusia, sehingga berdampak pula pada pendidikan tinggi dan perguruan tinggi. Era ini memberikan dampak positif atau menguntungkan bagi perguruan tinggi dalam hal memberikan kesempatan kerjasama seluas-luasnya di bidang pendidikan kepada negara-negara di seluruh dunia. Unusa antara lain merintis melalui praktik lapangan, pengabdian masyarakat, dan join riset dengan UiTM,” katanya.

Melalui kegiatan ini, kata Suhasina menambahkan, Unusa diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan keunggulan kompetitif lulusan dan dosennya. Apa yang diperoleh mereka di sana? “Banyak hal kami peroleh, antara lain tentang pembelajaran yang kami rasakan berbeda, antara yang diterapkan di Unusa dengan di Kampus UiTM.

Baca juga  Siswi SMP Al-Falah Deltasari Sidoarjo Sabet Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Inggris

Di sana sejak awal di tahun ke-3 mahasiswa sudah dikenalkan dengan praktik lapangan, setiap mata kuliah ada praktiknya, sementara di Unusa baru tahun ke-5 mahasiswa praktik di laboratorium dan rumah sakit,” kata Priyagung, mahasiswa program profesi Ners.

SKS yang ditempuh juga berbeda, kata Khoirun Nisa Ramos Kosta menambahkan. “Mereka hanya menempuh 137 SKS untuk menyelesaikan S1 Keperawatan, di Unusa sebanyak 144 SKS. Mereka tidak ada ujian kompetensi yang dilakukan oleh asosiasi, sedang di Indonesia mahasiswa keperawatan harus lulus dalam mengikuti ujian kompetensi yang diadakan oleh asosiasi, dan setelah lulus wajib untuk mengambil Pendidikan Profesi Ners, selama satu tahun,” kata Khoirun Nisa Ramos Kosta, mahasiswa asal Timor Leste, yang kuliah di Unusa.

Baca juga  Unesa Siapkan Golden Ticket bagi Siswa Berprestasi, Ini Caranya

Dikatakan Khoirun Nisa, ia sangat bersyukur mengikuti program di UiTM itu. “Saya bisa memperoleh sertifikat praktik lapangan di Malaysia sekaligus di Indonesia asal kampus saya, Unusa. Tentu pengalaman ini tidak mungkin saya peroleh jika tidak kuliah di Unusa,” katanya. (Ra/Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed