Kreatif Tim PKM Unesa, Olah Pelepah Pisang Jadi Produk Berdaya Jual

Pelepah pisang mudah ditemukan di berbagai tempat, khususnya di kawasan perkebunan pisang. Selama ini, pelepah pisang kerap berakhir sebagai limbah. Di tangan tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K), UNESA, pelepah pisang menjadi produk kerajinan tangan yang berdaya jual. Tim PKM-K berjumlah 5 mahasiswa. Mereka tersebut terdiri dari Fatmah Lailatul Zahroh (Pend. Teknik Mesin), Rizdana Galih Pambudi (Pend.Teknik Mesin), Edwin Fitkirana (Pend. Teknik Mesin), Mochammad Hildad Ajiban (Pend. Teknik Mesin), dan Wulan Mel Sandy (Pend. Akuntansi). Mereka dibimbing oleh Dr. Yunus, M.Pd. Di tangan mereka, pelepah pisang berubah menjadi vas bunga, kotak pensil, kotak tisu hingga tas jinjing dan lain-lain. Produk tersebut bisa menjadi hiasan di rumah pun bisa menjadi bingkisan atau cinderamata bagi yang berkunjung ke Surabaya atau Jawa Timur pada umumnya.

Baca juga  Unusa Lantik 26 Dokter, Ada yang Atlet Ski Air

Fatmah Lailatul Zahroh, ketua tim, mengatakan, selain misi lingkungan, di balik produk yang mereka lahirkan itu juga mengandung misi pengenalan budaya. Dengan kata lain, produk tersebut dilengkapi dengan atribut (gambar) tradisi-budaya Jatim seperti Tari Reog Ponorogo, Remo, Karapan Sapi Madura, Tari Gandrung dan Tari Tiban. “Pengguna produk ini sekaligus bisa memperluas pengetahuan tentang budaya,” ucapnya. Dia menambahkan, gambar ikon budaya Jatim yang ada di produk tersebut berbasis augmented reality (AR) yang dikombinasikan dengan aplikasi ‘Gedebog IDN: Pengenalan Budaya’ yang juga mereka rancang. Aplikasi yang sudah tersedia di Play Store itu terdiri dari sejumlah fitur seperti kamera scan yang jika diarahkan kepada gambar yang ada di permukaan produk, secara otomatis aplikasi akan menampilkan informasi visual 3D terkait budaya tersebut. Misalnya yang scan gambar Reog Ponorogo, maka visual 3D Reog akan muncul dengan gerakan tarian dan musik khas Reog. Dosen pembimbing, Yunus, menambahkan, aplikasi itu juga memuat penjelasan yang mendalam tentang asal-usul, makna, dan sejarah budaya tersebut. Dengan cara ini, customer atau wisatawan bisa belajar, memahami dan menghargai warisan budaya Jawa Timur.

Baca juga  Iftar Ramadan MaxOne Hotel, Yuk Cicipi Menu Timur Tengah dan Nusantaranya

Dia mengapresiasi dan mendukung penuh ide mahasiswa bimbingannya itu. Sebab, dapat mengenalkan budaya unggulan masyarakat Jatim kepada masyarakat luas, utamanya pelancong dari berbagai negara lain. Inovasi ini juga dapat mengatasi persoalan limbah pelepah pisang yang banyak dikeluhkan. “Ini bagian dari konsep dan solusi pengelolaan limbah untuk lingkungan berkelanjutan,” tukasnya. Dia melanjutkan, limbah pelepah pisang banyak di Indonesia. Terlebih di berbagai perkebunan, banyak dan sampai menumpuk. Selama ini, memang banyak yang berusaha mengolah limbah pelepah pisang, seperti menjadi campuran pupuk organik, pakan ternak alami hingga keripik. “Itu belum cukup sebagai solusi untuk mengatasi persoalan limbah pisang ini. Dibutuhkan inovasi lain agar limbah ini bisa bermanfaat dan berdaya jual. Para mahasiswa kami cari solusi, riset dan akhirnya memutuskan membuat kerajinan tangan yang berdaya jual dengan misi kebudayaan,” ucapnya. (Ra/Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed