PKM Internasional, Dosen UNESA Kenalkan Cublak Suweng ke Mahasiswa Busan

Sejumlah dosen UNESA yang tergabung dalam PKM Internasional mengenalkan budaya Indonesia kepada puluhan mahasiswa Busan University Foreign Studies (BUFS), Korea Selatan, pada 14-15 September 2023. Ketua PKM, Anik Juwariyah menyampaikan, tujuan kegiatan tersebut dalam rangka mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke masyarakat dunia, khususnya di BUFS. “Kami juga membawa misi untuk memperkuat kolaborasi dan kerja sama melalui internasionalisasi universitas menuju peringkat 500 kampus terbaik dunia. Menuju ke sana perlu dimulai dengan penguatan kerja sama, riset dan publikasi,” ungkapnya dalam keterangan pers kepada majalahnurani.com, Sabtu (7/10).

Dalam PKM itu, dosen UNESA mengenalkan berbagai budaya tanah air, mulai dari tari gemu famire oleh Anik Juwariyah. Lalu, permainan tradisional cublak-cublak suweng oleh Octo Dendy Andriyanto dan Vivi Ervina Dewi. Selanjutnya, ada kesenian tradisional wayang suket oleh Welly Suryandoko. Pada kesempatan itu, peserta juga langsung praktek menari, permainan tradisional dan membuat wayang step by step bersama dosen UNESA. “Mahasiswa BUFS sangat senang dan semangat saat menari dan membuat wayang. Selain tari, ada pembuatan wayang yang itu bagian dari identitas budaya kita,” kata Anik.

Baca juga  Inaugurasi Smamda Surabaya, Siapkan 350 Siswa Baru Punya Kompetensi Unggul

Pengenalan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia tidak sampai di sini. Namun, akan terus dilakukan lewat berbagai program seperti pertukaran pelajar, program magang, pertukaran budaya, pengembangan program bahasa Indonesia di BUFS, dan realisasi Indonesia Centre di Korea. “Semoga 50 tahun kemitraan Indonesia dan Korea ini dapat memperkuat kerja sama dan melahirkan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi semuanya,” harapnya.

Ketua Indonesian Center BUFS, Kim Ye-Kyoum menyambut hangat kegiatan PKM UNESA. Dia menyampaikan terima kasih atas pelatihan tersebut. Menurutnya, mahasiswanya penting mempelajari kebudayaan seperti Indonesia sebagai bagian dari penguatan wawasan global mereka. “Dengan pelatihan ini, mahasiswa BUFS punya wawasan tentang keragaman budaya indonesia bertambah. Kerja sama ini merupakan komitmen kami untuk internasionalisasi bahasa Indonesia dan UNESA menuju puncak tertingginya,” ungkapnya. (Ra/Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed