UNESA Kukuhkan 1.501 Wisudawan, Tertua Usia 77 Tahun

Sebanyak 1.501 wisudawan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) merayakan kelulusannya dalam gelaran Wisuda ke-108 Jenjang Ahli Madya, Sarjana, Magister dan Doktor di Graha UNESA, Kampus Lidah Wetan, pada Selasa, 10 Oktober 2023. Wisuda kali ini mengusung tema “Wisudawan yang Siap Berinovasi, Berkolaborasi, dan Berdedikasi Menuju Generasi Emas 2045”. Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., mendorong lulusannya untuk berkontribusi dan menjadi pemimpin dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Dia yakin lulusannya bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat, karena sudah dibekali dengan berbagai kompetensi lewat berbagai program talenta dan jalur masuk khusus yang disiapkan, ada jalur talenta kepemimpinan, prestasi akademik, jalur seni, olahraga dan prestasi keagamaan. “Dengan sentuhan UNESA, insha Allah mereka (wisudawan; red) mampu menjadi pionir perubahan di masyarakat menuju Indonesia yang tangguh, berdedikasi, dan memiliki jati diri ke-Indonesiaan yang kuat,” ucap pria yang akrab disapa Cak Hasan itu.

Dia berpesan kepada para lulusan untuk tampil percaya diri sebagai pribadi yang tangguh dan bijaksana. Mengutip nasehat orang bijak, jadilah seperti padi, semakin berisi semakin merunduk, semakin berilmu semakin rendah hati. Ada beberapa kunci sukses menurut rektor. Pertama, relasi atau jaringan. Ini penting untuk melahirkan inovasi. Kolaborasi yang produktif, lahir dari jejaring yang luas dan penuh ide-ide inovatif. Kedua, tangguh secara karakter atau kepribadian. Ketiga, gagasan atau ide kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Keempat, disiplin dan mandiri. “Tetaplah optimis, tangguh dan adaptif, karena siapa yang mampu beradaptasi dia adalah pemenangnya, siapapun, individu, kelompok, bahkan negara,” pesannya.

Baca juga  Antusias Siswa SMP Al Falah Darmo saat MPLS di Gedung yang Baru

Dalam wisuda kali ini, UNESA memberikan penghargaan kepada 10 wisudawan terbaiknya. Mereka adalah; 1) Dewi Indah Wilujeng, IPK 3.88, dari D-4 Tata Busana, 2) Putri Wulandari, IPK 3.91, dari S-1 Manajemen Pendidikan, 3) Erika Nur Candra, IPK 3.96, S-1 Pendidikan Seni Rupa, 4) Muhammad Taufiqurrahman, IPK 3.97 dari S-1 Pendidikan Matematika. Selanjutnya, 5) Alifia Widianti, IPK 3.91, dari S-1 PPKn, 6) Simon Frans Welly S. IPK 3.87, dari S-1 Teknik Mesin. 7) Nanda Agil Bagus Wicaksono, IPK 3.88, dari S-1 Ilmu Keolahragaan. 8) Hervina Renovaka Pradev Devi, IPK 3.94 dari S-1 Pendidikan Ekonomi. 9) Khoirotul Ula, IPK 3.97 dari S-2 Pendidikan Dasar. 10) Windiyati Nugroho, IPK 3.98, dari S-3 Teknologi Pendidikan.

Baca juga  UNESA Buka Pendaftaran Jalur TMUBK-Mandiri 2024: Belasan Prodi ini Punya Peluang Besar!

Wisudawan Terbaik dan Tertua

Salah satu wisudawati, Windiyati Nugroho tampak bahagia mengenakan toga doktor di usianya yang ke-77 tahun. Dia merupakan wisudawan terbaik sekaligus tertua yang perjuangannya banyak menginspirasi para wisudawan lainnya. Lulusan S-3 Teknologi Pendidikan itu mengungkapkan, motivasinya tidak lain, karena ingin memperdalam ilmu. Ditambah dengan keresahannya atas pendidikan yang menurutnya selama ini belum maksimal. Sebagai pegiat pendidikan luar sekolah, dia banyak mendapatkan pengalaman sisi-sisi kekurangan pendidikan, salah satunya tentang kompetensi yang belum sesuai dengan dunia usaha dan industri. Menurutnya, kompetensi seperti komunikasi, kritis, kreatif dan kolaboratif harus menjadi domain penting sekarang. “Ini kesempatan yang luar biasa dari Tuhan. Tidak mudah memang, tetapi kalau kita meyakini Tuhan itu ada, semua bisa selesai. Itu jadi motivasi buat saya dan semoga ini bisa menginspirasi generasi,” ucapnya.

Baca juga  Guru Besar Inklusi UNESA Bicara Kesehatan Gigi Bagi Penyandang Disabilitas di Dental Summer Course 2024

Perempuan kelahiran Solo, 27 Agustus 1946 itu berpesan, agar anak-anak muda tetap semangat belajar dan mampu menerapkan atau mempraktekkan ilmunya untuk menjawab permasalahan atau memberikan kontribusinya untuk masyarakat sekitar. Dengan semangat belajar dan konsistensi, pengusaha kosmetik itu berhasil menyandang gelar doktor dengan IPK 3.98. Dia menulis disertasi tentang “Pengembangan Paket Program E-Modul Penerapan Konsultasi dan Analisis Kulit Wajah untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Metakognitif bagi Peserta Didik LKP BIPI. (Ra/Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed