Jokowi dan PBNU Resmikan RSI Surabaya

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi oleh Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf meresmikan gedung baru Rumah Sakit Islam Surabaya (RSIS) Ahmad Yani yang berlokasi di Jalan Achmad Yani 2-4, Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur dengan melakukan penandatanganan prasasti peresmian pada Ahad (22/10).

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, saya resmikan tower Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur,” ungkap Presiden Jokowi.

Dalam pidato peresmian, Presiden Jokowi menekankan pentingnya layanan kesehatan yang berkualitas dan inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. Gedung baru yang diresmikan adalah sebuah tower modern berlantai 13. Gedung tersebut merupakan living monument atau sebagai persembahan dalam angka memperingati Satu Abad Nahdlatul Ulama.

Baca juga  Operasi Pasar 3 Hari dalam Sepekan, Pemkot Mojokerto Berharap Harga Beras Stabil

“Tower Rumah Sakit Islam Surabaya A Yani ini berlantai 13 akan meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan serta menjadi rumah sakit pendidikan bagi fakultas kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) khususnya bagi mahasiswa kedokteran dan perawat,” jabar dia.

Presiden Jokowi menekankan, keberadaan tower dengan peralatan dan fasilitas modern juga sekaligus menandai transformasi RSIS A Yani menjadi rumah sakit modern dan terpercaya. Tower bru tersebut merupakan wujud komitmen untuk terus meningkatkan akses dan kualitas layanan medis bagi masyarakat.

“Tadi saya melihat ruangan-ruangan yang ada dan peralatan yang ada betul-betul ini adalah rumah sakit yang sangat modern,” kata dia.

Presiden Jokowi berharap, penambahan fasilitas RSIS A Yani ini akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat memudahkan akses masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang nyaman dan terjangkau.

Baca juga  Update Real Count KPU Data 67% : Prabowo-Gibran 57.91%

“Terakhir, saya ingin berpesan agar Rumah Sakit Islam A Yani ini dapat menjadi pusat pelatihan dan pengembangan kesehatan serta pendidikan di kalangan Nahdlatul Ulama dan mencetakan tenaga kesehatan yang unggul dan profesional,” terang dia.

Pada kesempatan itu hadir juga Ketua Yarsi Prof Mohammad NUh, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Amin Said Husni, dan Ketua Lembaga Kesehatan (LK) PBNU Zulfikar As’ad. (Ra/Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed