Juara Da’i Hari Santri Diharapkan Jadi Penyambung Suara Nahdliyyin

Lomba Da’i Nasional Warnai Rangkaian Hari Santri di SurabayaPerayaan hari santri 2023 di kota Surabaya turut dimeriahkan dengan pagelaran lomba da’i nasional yang berakhir pada Ahad (22/10) di UINSA Surabaya. Lomba ini diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kota Surabaya dengan pelaksananya dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Surabaya, diikuti 437 peserta dari pesantren, madrasah, kader NU se Indonesia. Lomba ini memperebutkan hadiah utama 2 paket umroh untuk pemenang masing masing kategori, junior dan senior.

Ketua panitia lomba Da’i Hari Santri 2023, Muhammad Andre Agustianto mengatakan, selain paket umroh yang disponsori oleh Chatour Travel, juara kedua mendapatkan motor dari Pemkot Surabaya dan juara ketiga mendapatkan laptop sumbangan dari Pemkot Surabaya. “Kami berterimakasih kepada Chatour travel dan Pemkot Surabaya yang bersedia ikut memeriahkan hari santri ini dengan memberikan hadiah kepada pemenang,” ujarnya.

Baca juga  245 Titik Banjir di Surabaya Segera Dituntaskan

Andre menjelaskan, dalam babak grand final 3 finalis kategori junior dan senior tampil memukau di hadapan para juri yang berasal dari unsur akademisi UINSA, Mubaligh dan Public speaking. Kategori junior dimenangkan oleh Sri Mulyati yang berasal dari MWCNU Jatitujuh Majalengka, kemudian juara kedua Zamruda dari Pesantren Al Fithrah Surabaya dan juara ketiga Wildatun Nabilah dari MWCNU Simokerto Surabaya. Sedangkan kategori senior dimenangkan oleh Dede Dendi dari pesanten Al Ihsan Bandung, diikuti juara kedua Muhammad Mukhtar Arif dari MWCNU Batununggal Bandung dan juara ketiga Viyanti Malasari dari Tambakberas Jombang.

“Semoga mereka akan menjadi da’i handal penyambung suara nahdliyyin di daerahnya masing masing,” terang Andre. Sebelum sampai di grand final, lanjut Andre, lebih dulu dilakukan camp bagi 25 besar finalis di Greensa UINSA Surabaya, mereka dibekali materi tentang cara berdakwah, materi aswaja, materi dakwah di media sosial hingga public speaking. 25 finalis ini juga diajak melihat dan kantor PBNU pertama yang sekarang menjadi kantor PCNU Surabaya di jalan bubutan Surabaya, juga diajak berziarah ke makam sunan Ampel. “Akan ada langkah-langkah berikutnya dari kami bagaimana calon dai ini kedepannya bisa terus menjadi pendakwah di masyarakat,” pungkas Andre. (Ra/Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed