Prodi MP UNESA Hadirkan Pakar Pendidikan dari Australia

Dalam rangka penguatan aspek pendidikan, riset dan publikasi, Prodi Manajemen Pendidikan (MP), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menghadirkan pakar pendidikan dari Australia, Assoc. Prof Tony Loughland, Ph.D, pada Selasa (24/10). Kegiatan yang berlangsung di Ruang 801 Rektorat, Kampus Lidah Wetan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) prodi Manajemen Pendidikan UNESA.

Koordinator Prodi Manajemen Pendidikan, Syunu Trihantoyo, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa ini merupakan visiting professor perdana yang dilaksanakan Manajemen Pendidikan. Kegiatan ini, lanjutnya, terdiri dari beberapa rangkaian seperti teaching collaboration dengan topik “Strategic Management on Education Institutions” dan “Leadership in Education”.

Dia berharap, dengan agenda ini, dosen dan mahasiswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam riset dan publikasi di bidang pendidikan. “Kegiatan ini fokus pada pelatihan dan coaching clinic mengenai riset dan publikasi. Ini penting untuk menciptakan multiple effect di masa yang akan datang, khususnya kerja sama di bidang manajemen pendidikan,” ucapnya.

Baca juga  Perkuat Wawasan Internasional Siswa, Labschool UNESA Hadirkan Mahasiswa Asing di Sekolah

Di hadapan dosen selingkung FIP, Prof Tony Loughland memaparkan, untuk meningkatkan peringkat universitas diperlukan publikasi yang baik dan efektif. Dia juga menyampaikan, sebagai peneliti harus punya kemampuan atau metode untuk menemukan topik penelitian dalam 1 menit dan meringkas kalimat dalam waktu 3 menit. Dalam penelitian yang dipublikasi membutuhkan pembagian tugas sebanyak 40% pada beban kerja, 40% pengajaran, dan 20% riset. Dia menyarankan agar segera membuat publikasi. Jangan membuang waktu pada publikasi yang kurang kredibel.

Publikasi, lanjutnya, tidak lepas dari sitasi yang kerap menjadi bagian dari penilaian oleh banyak lembaga pemeringkatan di dunia seperti QS Rankings, Times Higher Education (THE) Rankings, dan lain-lain yang sangat berharga bagi universitas dan itu didasarkan pada publikasi yang bagus di jurnal Q1 yaitu 25% jurnal teratas. Profesor dari University of New South Wales, Australia itu melanjutkan, untuk membuat suatu penelitian, dianjurkan memilih penelitian yang sejalan dengan minat pengajaran. Kemudian, harus memilih jurnal yang tepat untuk menemukan topik populer yang dapat menjadi referensi. Para dosen juga harus aktif pada sesi diskusi bersama kolega dan juga pembimbing sehingga proses riset dan publikasi bisa menjadi lebih efisien.

Baca juga  UNESA Buka Pendaftaran Jalur TMUBK-Mandiri 2024: Belasan Prodi ini Punya Peluang Besar!

“Riset itu memang tidak mudah. Namun, dosen harus mengerjakan riset seperti kebiasaan. Harus sering berlatih. Mulai berpikir mengenai tujuan sehingga dapat memberi keuntungan pada program riset, karena semakin sering meneliti, maka akan menjadi ahli di bidangnya,” ucapnya menutup presentasi.

Dengan adanya visiting professor ini, diharapkan para dosen Unesa, khususnya dosen Fakultas Ilmu Pendidikan dapat semakin expert dan unggul dalam bidangnya masing-masing, dan produktif melakukan riset bermutu serta melahirkan publikasi di jurnal bereputasi. (Ra/Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed