Tim Ilkom UNESA Latih Guru Ponpes Al Mukarromah Belajar Produksi Konten

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) prodi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan Pelatihan Produksi Konten bagi Guru di Yayasan Pondok Pesantren Al Mukarromah, Pamekasan, Madura. Pengabdian ini melibatkan enam dosen Ilkom  yang terdiri dari Dr. Anam Miftakhul Huda, M.Ikom; Dr. Danang Tandyonomanu, S.Sos., M.Si; Vinda Maya Setianingrum, S.Sos., M.A; Tsuroyya, S.S., M.A; Puspitasari Sukardani, S.T., M.Med.Kom; dan Herma Retno Prabayanti, S.E., M.Med.Kom.

Anam Miftakhul Huda, Korprodi Ilkom menuturkan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran serta mengajak para guru Yayasan Ponpes Al Mukarromah naik level dengan menguasai skill produksi konten. “Diharapkan dengan pelatihan ini para guru bisa memiliki lebih banyak inovasi dalam penyampaian pelajaran dalam kelas. Sehingga dapat memudahkan siswa dalam bereksplorasi, berkreasi, dan beradaptasi dengan arus modernisasi yang tidak lepas dari kecanggihan teknologi,” ucapnya dalam diaran pers, Senin (24/10).

Baca juga  Kontribusi UNESA di Bidang Kerja Sama Internasional Diganjar Penghargaan MRPTNI

Pada sesi materi, Dr. Danang Tandyonomanu, membahas tentang pentingnya adaptasi dan inovasi teknologi bagi guru. Sebagai pengantar, Danang memberikan contoh teknik mengajar dan memberikan materi dengan memanfaatkan teknologi, salah satunya adalah dengan membuat konten. Dalam proses pembuatan konten, tidak harus menunggu memiliki alat dan properti yang mapan. Cukup memanfaatkan gawai dengan dibantu aplikasi atau software, guru sudah bisa membuat konten edukasi.

Selain itu, pemanfaatan aplikasi Zoom dan Google Classroom juga menjadi contoh inovasi dan adaptasi pendidikan berbasis teknologi. Adapun penggunaan LCD dan proyektor yang lebih efisien dan efektif dalam kegiatan belajar mengajar. “Penggunaan papan tulis pun bisa dialihkan menjadi screen proyektor. Guru hanya perlu membuat rangkuman materi dalam format powerpoint dan itu bisa digunakan berulang-ulang. Jadi tidak perlu repot-repot tulis hapus tulis hapus,” jelas Danang.

Baca juga  Cerita Afra Lulusan Unair, Buka Klinik Gigi untuk Anak Kurang Mampu

Ketua PKM, Vinda Maya Setianingrum, mengatakan, lewat pelatihan tersebut, para guru di sana tidak hanya belajar cara membuat konten pembelajaran berbasis digital, tetapi juga terdapat sesi praktek dan pendampingan untuk memastikan para guru tidak hanya paham, tetapi juga bisa memproduksi konten pembelajaran berbasis digital. “Dari sekian dosen yang terlibat ada yang fokus memberikan pengenalan, pemahaman dan ada yang fokus ke praktek dan pendampingan. Dengan harapan, para guru bisa langsung membuat konten sesuai kebutuhan pembelajaran mereka di sana,” ucap dosen Ilkom itu.

Ika, salah satu peserta mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut. Itu sangat dibutuhkan bagi guru di era yang serba digital ini. “Kami jadi paham bahwa teknologi itu tidak serumit yang dipikirkan. Materi-materi yang disampaikan oleh Tim PKM dari Ilmu Komunikasi Unesa mengubah persepsi bahwa teknologi dan modernisasi itu memudahkan pembelajaran, bukan menyulitkan,” terangnya. (Ra/Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed