Unesa Kukuhkan Adjunct Professor dari Australia hingga Jerman

Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melakukan terobosan besar untuk meningkatkan reputasi dan rekognisi di kancah internasional. Salah satu yang dilakukan yaitu memperbanyak daftar profesor di berbagai disiplin keilmuan. Terbaru, kampus bertagline ‘Rumah Para Juara’ itu mengukuhkan tiga guru besar (gubes) baru plus delapan adjunct professor dalam Rapat Terbuka Senat Akademik UNESA di Auditorium Lantai 11, Gedung Rektorat, Kampus Lidah Wetan, Surabaya pada Senin (6/11).

Rektor UNESA Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., menyampaikan bahwa tahun ini UNESA sudah mengukuhkan total 32 gubes. Itu merupakan buah dari program prioritas, percepatan guru besar yang digencarkan beberapa tahun belakangan ini. “Pengukuhan 3 gubes masing-masing yang ke-166, 167 dan 168 UNESA ini diharapkan bisa meningkatkan angka dan kualitas riset, memperkuat ekosistem inovasi dalam mengembangkan keilmuan dan budaya akademik yang menjadi modal penting kemajuan UNESA PTN-BH,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Cak Hasan itu menambahkan, langkah itu merupakan bagian dari upaya UNESA untuk mencapai target masuk dalam daftar 300 perguruan tinggi top dunia. Dia mengharapkan, para gubes menjadi motor penggerak riset dan publikasi di berbagai jurnal internasional bereputasi. Cak Hasan mendorong para gubes baru maupun lama untuk proaktif melakukan pengabdian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Gubes tidak hanya dikenal di lingkungan akademik, tetapi juga harus dikenal masyarakat lewat karya dan kontribusinya.

Baca juga  Pendaftar UNESA Jalur SNBT 2024 Meningkat, Prodi Vokasi Jadi Incaran

Kepala Kantor Urusan Internasional UNESA atau Kasubdit Urusan Internasional, Asrori, S.S., M.Pd., menambahkan, pengukuhan adjunct professor ini merupakan yang pertama dilakukan UNESA. Adjunct professor merupakan pakar perguruan tinggi luar negeri yang digandeng UNESA selama dua tahun ke depan.

Adapun tugas mereka yaitu meningkatkan publikasi internasional UNESA dengan mencantumkan afiliasi UNESA pada karya mereka, memberikan masukan dan arahan terhadap dokumen perencanaan dan pengembangan kelembagaan. Selain itu, juga mendongkrak mutu jurnal, jumlah, dan kualitas penelitian, serta mendorong penguatan kerja sama luar negeri, mempercepat inovasi, dan memberikan kuliah bersama dosen di UNESA. Adjunct professor itu harus memenuhi sejumlah kriteria, salah satunya minimal ber-H-index 10. “UNESA dan para profesor itu ada perjanjiannya dan ada program yang harus dilakukan ke depan. Salah satu targetnya nanti yaitu satu profesor minimal bisa menghasilkan satu publikasi terindeks Scopus,” beber dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) itu.

Baca juga  Pakar Ekonomi UNAIR: AI Ancam Stabilitas Ketenagakerjaan

Adapun para gubes baru yang dikukuhkan tersebut ialah 1) Prof. Dr. Eni Wuryani, S.E., M.Si., CMA, Guru Besar Ilmu Akuntansi Keuangan UMKM; 2) Prof. Dr. Sri Setyo Iriani, S.E., M.Si, Guru Besar Ilmu Strategi Pemasaran; 3) Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., Guru Besar Ilmu Akuntansi Forensik Sektor Publik. Sementara delapan adjunct professor yang turut dikukuhkan yaitu, 1) Assoc. Professor Nazlida Muhamad, Ph.D, dari Brunei Darussalam sebagai profesor di Fakultas Ekonomika dan Bisnis; 2) Prof. Dr. Thomas Kohler dari Jerman sebagai profesor di Fakultas Vokasi; 3) Prof Andrzej Cirocki atau Andy dari UK sebagai profesor di Fakultas Bahasa dan Seni. Selanjutnya, 4) Assoc. Professor Dr. Wanty Widjaja, dari Australia sebagai profesor di Fakultas Matematika dan IPA; 5) Prof Nobuo Funabiki dari Jepang sebagai profesor di Fakultas Teknik; 6) Assoc. Professor Dr. Abdul Halim bin Mokhtar dari Malaysia sebagai profesor di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan; Berikutnya, 7) Prof. Susan Ledger, Ph.D, dari Australia sebagai profesor di Fakultas Ilmu Pendidikan; dan, 8) Assoc. Professor Dr. Mohd Hairy bin Ibrahim dari Malaysia sebagai profesor di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. (Ra/Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed