Begini Peran Akuntan untuk “Saving Planet”

Saat ini akuntan berperan penting untuk menjaga kehidupan planet bumi. Kontribusinya, utamanya dalam report soal perhitungan  karbondioksida, sangat diperlukan dalam menjaga kualitas udara. Tema “Saving Planet” inilah yang digaungkan dalam seminar PIBACC 2023 mulai 20-21 November 2023 oleh School of Business and Management untuk para akuntan.

Seminar ini menghadirkan Dato Sri Prof. Dr. Tahir, MBA., pendiri Mayapada Group dan Prof. Janek Ratnatungga selaku Global CEO ICMA. Rektor Universitas Petra Prof. Dr. Ir. Djwantoro Haedjito, M.Eng mengatakan bahwa, kegiatan ini bertujuan agar masyarakat, terutama para peserta PIBACC dan mahasiswa dapat menyadari pentingnya peran akuntan dalam menjaga sustainability organisasi, dan kehidupan planet. “Berbicara tentang akutansi bukan lagi soal laba, tapi sustainability yang kini menjadi tonggak keberhasilan sebuah perusahaan,” kata Prof. Djwantoro.

Program CSR (Corporate Social Responsibility) menjadi hal yang perlu dipenuhi. Namun, biaya yang dibutuhkan juga cukup besar, sehingga harus ada manajemen CSR yang baik. Disinilah peran akuntan sangat dibutuhkan, terutama sebagai penyedia informasi untuk pengambilan keputusan. Lebih penting lagi, peran akuntan sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas udara. Diketahui bahwa akuntan mampu menghitung jumlah karbondioksida yang dihasilkan tiap perusahaan. Dari situ, akan ditentukan jumlah pajak karbon. Pajak ini dikenakan atas emisi karbon yang dihasilkan perusahaan sehingga memberikan dampak negatif pada lingkungan hidup.

Ketua Program Studi Akuntansi – SBM, Saarce Elsye Hatane, S.E., menambahkan, pada hari pertama (20/11) digelar International Management Accountant Conference (IMAC) bekerja sama dengan Institute of Certified Management Accountants (ICMA) Australia – New Zealand. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk mengumpulkan praktisi management accountant dari berbagai negara untuk berbagi best practice terkait sustainability dan bagaimana peran akuntan didalamnya,” terang Saarce.

Menariknya lagi, peserta PIBACC 2023 ini tidak hanya berasal dari mahasiswa, melainkan juga mahasiswa dari universitas-universitas di seluruh Indonesia. Serta, ada beberapa peserta dari Malaysia, Filipina, Thailand, United Kingdom, dan Timor Leste. President ICMA Indonesia, Nursakti Niko Rosandy, CA menambahkan, mahasiswa adalah agen perubahan masa depan dan calon akuntan. Oleh karena itu, program seperti IMAC harus dimulai dari kampus. “Agar, para calon pemimpin ini bisa memberikan perubahan dan kontribusi yang lebih baik. Tidak saja bagi suatu perusahaan tapi juga bangsa dan negara,” kata Niko. (Ra/Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed