Staf Presiden Perkuat Talenta Digital Mahasiswa Unesa

Himpunan Mahasiswa Sarjana Terapan Administrasi Negara (Himastan), prodi D-4 Administrasi Negara, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan Govercy Seminar dan Talkshow yang dihadiri Deputi Kantor Staf Presiden Republik Indonesia di Auditorium Srikandi, Gedung i6, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Kampus Ketintang pada Ahad (3/12).

Pembicara yang dimaksud yaitu Dra. Jaleswari Pramodhawardani, M.Hum., Deputi V Bidang Politik, Hukum, Keamanan, Pertahanan dan Hak Asasi Manusia, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia. Selain itu, juga hadir sebagai pembicara, Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Jatim (Kadispora), Moh Ali Kuncoro., S.STP., M.Si.

Visi Indonesia

Dalam Govercy 2.0  dengan tema “Transformasi Pelayanan Publik: Peran Pemuda dalam Meningkatkan Efisiensi Birokrasi di Indonesia” ini, Jaleswari menyampaikan materi tentang “Visi Pembangunan dan Peran Pemuda”.  Di hadapan mahasiswa, dia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki mimpi besar sebagaimana yang ditulis Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Merauke, 30 Desember 2015 lalu.

Dalam tulisan itu, termuat 7 poin penting impian UNESA yang perlu diwujudkan bersama, termasuk pemuda. Dia menambahkan, generasi muda Indonesia utamanya generasi Z digadang-gadang menjadi generasi yang paling berpendidikan dengan tingkat kemahiran teknologi yang tinggi.

Potensi generasi muda ini terus diperkuat lewat berbagai program pemerintah yang salah satunya untuk meningkatkan angka talenta digital Indonesia. “Selain itu, pemerintah juga konsern dalam mengatasi permasalahan negara serta meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu krusial seperti iklim dan ekonomi,” ucapnya.

Baca juga  72 Siswa Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya Ikuti Munaqosyah

Transformasi Digital

Dalam kebijakan, pemerintah mengarusutamakan transformasi digital lewat berbagai cara. Pertama, melakukan percepatan dan perluasan akses melalui penyediaan infrastruktur digital. Kedua, menyiapkan roadmap transformasi digital di sektor strategis. Ketiga, percepatan integrasi pusat data nasional. Keempat, menyiapkan kebutuhan talenta digital. Kelima, penguatan regulasi.

Jika melihat roadmap kebijakan, ada aspek generasi muda yang diakomodasi sebagai bagian dari perhatian sekaligus pengakuan terhadap potensi-peran generasi muda itu sendiri. Peran muda menjadi kekuatan tersendiri dalam pembangunan nasional. Di negara lain misalnya, seperti Tiongkok, Afrika dan Malaysia juga memperhatikan dan memastikan peran pemuda bagi negaranya.

Bagi perempuan yang juga peneliti di LIPI itu, sudah saatnya anak-anak muda maupun mahasiswa menjemput bola mengembengkan diri lebih jauh untuk mengisi peran dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Strategi dan Peran Pemuda

Caranya pertama, mengambil peran sektor strategis seperti maritim, pangan, digitalisasi, pendidikan, kesehatan, UMKM, pariwisata dan energi terbarukan. Riset, pengabdian bisa diarahkan ke sana. Kedua, agar bisa melakukan itu, pemuda harus berinovasi, kreatif dan mampu memperjuangkan nilai idealisme.

Baca juga  Cerita Afra Lulusan Unair, Buka Klinik Gigi untuk Anak Kurang Mampu

Ketiga, pemuda harus punya daya kritis termasuk dalam pemilu sebagai bagian penting menentukan masa depan negara 5 tahun ke depan. “Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku. Ia tumbuh dengan perbuatan dan perbuatan itu adalah perbuatanku,” tutup Jaleswari mengutip Mohammad Hatta.

Kadispora Jatim Moh Ali Kuncoro di hadapan peserta mahasiswa memberikan motivasi agar terus belajar, mengembangkan diri dan menghasilkan karya serta kontribusi bagi masyarakat, daerah dan negara.

“Belajar hari ini untuk mengubah peradaban. Ketika berbicara 2045, di mana bangsa kita berada pada posisi 1 abad, di titik ini pula para generasi tua mengharap berada di indonesia emas. Ini merupakan momen yang harus disiapkan sedari sekarang,” pungkas Ali.

Pemuda dan Birokrasi

Di seri akhir, acara dilanjutkan dengan  diskusi yang diisi oleh Asrorun Ni’am selaku Presiden BEM UNESA, Aulia Thariq Akbar selaku Presiden BEM FISIP Unair, Laskar Intifada sebagai Mawapres UNESA, dan seorang politisi muda yaitu Soekarno Dewa, yang saling memberikan argumen dan opini terkait birokrasi di Indonesia.

Kegiatan ini mendapat dukungan dan apresiasi pimpinan prodi. Dr. Weni Rosdiana, S.Sos., M.AP., Koordinator Prodi D-4 Administrasi Negara mengatakan bahwa kegiatan ini penting untuk menambah wawasan dan meningkatkan peran pemuda dalam etalase roda pemerintah.

Baca juga  Yayasan Al Muslim Sidoarjo Rayakan Milad ke-37

“Agenda Govercy 2.0 ini terdiri dari Govercy Competition, Govercy Mentoring Kepenulisan, dan Govercy Festival ini diharapkan dapat membuktikan eksistensi pemuda, khususnya mahasiswa, sehingga dapat memunculkan reformasi birokrasi dan peran mahasiswa dalam pengambilan kebijakan negara,” Koorprodi.

Kegiatan yang sambutannya disampaikan Manajer Area Pelayanan Publik sekaligus Direktur Humas dan Informasi Publik UNESA Vinda Maya Setianingrum, S.Sos., M.A., ini dihadiri 273 peserta. Masing-masing dari mereka menyampaikan gagasannya dalam berdiskusi dan membuat esai mengenai birokrasi di Indonesia.

Ketua Himastan UNESA, Naufal Hanif Ramadhan mengatakan bahwa peserta esai memberikan gagasannya mengenai teknologi yang tepat untuk dimunculkan di tahun 2045, bidang lingkungan, ekonomi yang anti korupsi, serta birokrasi ideal yang terlaksana di Indonesia di usia 1 abadnya. “Membangun pemuda  berarti membangun peradaban bangsa. Kelak nantinya pemuda akan memangku administrasi di negara ini. Oleh sebab itu, adanya diskusi ini dapat menjadi wahana bagi kawan-kawan sekalian untuk mendengarkan keluhan bangsa kita di saat ini untuk persiapan perbaikan yang akan terjadi di masa depan,” ucap Naufal. (Ra/Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed