KPU Jatim Ajak Mahasiswa Unesa Aktif Nyoblos saat Pemilu

Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengikuti sosialisasi pemilu dan pendidikan pemilih yang diselenggarakan atas kerja sama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur dengan UNESA di Auditorium Gedung i8, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Kampus Ketintang, belum lama ini.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih pemula dan muda pada pemilu 2024. Gogot Cahyo Baskoro komisoner  KPU Jatim mengatakan bahwa ada tiga tujuan dari kegiatan tersebut yaitu tujuan kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Tujuan kognitif, lanjutnya, ketika pemilih muda menjadi paham akan pemilu dan prosedurnya. Sedangkan, tujuan afektif (sikap) ketika mahasiswa dari sebelumnya acuh tak acuh menjadi setuju dan ambil bagian dalam pelaksanaan pemilu.

“Sedangkan tujuan psikomotorik ketika pemilih bisa datang ke TPS untuk melakukan pemilihan untuk menentukan sosok yang pantas memimpin bangsa ini ke depan,” ucap Gogot Cahyo Baskoro.

Baca juga  Penyusunan Kabinet, Dilakukan Pasca Sidang MK

Agenda bertajuk ‘KPU Jatim Goes to Campus’ ini dikemas dengan nonton bareng film ‘Kejarlah Janji’. Film tersebut memuat pesan-pesan pemilu damai yang diharapkan bisa menjadi referensi atau tuntunan bagi anak-anak muda dalam mensukseskan pesta demokrasi.

Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber seperti M. Danu Winata M.Si., dosen  Komunikasi Politik UNESA dan Fauzan Abdilah Praktisi perfilman Founder dan CEO PT Figuratif Swarna Media.

Dosen Ikom, Danu mengatakan bahwa sosialisasi dan pendidikan pemilih ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan angka partisipasi anak-anak muda baik yang sudah memilih maupun pemilih pemula.

Menurutnya, selain dengan roadshow ke kampus-kampus, sosialisasi juga perlu dimassifkan dengan memanfaatkan platform media sosial yang memang sangat melekat dengan anak-anak muda, utamanya generasi Z dan milenial.

Baca juga  Penyusunan Kabinet, Dilakukan Pasca Sidang MK

 “Generasi Z menekankan semua hal yang menjadi harapan secara sederhana. Bagaimana soft skills dan hard skills yang dimiliki akan terealisasi. Kalau tidak didukung dengan pengetahuan, dan pikiran yang kritis untuk dapat menjadikan Indonesia Emas 2025,” ujar Danu.

Sementara itu, Fauzan mengajak mahasiswa untuk mengambil peran penting dalam momentum yang menentukan perjalanan bangsa ke depan. Anak-anak muda, tidak boleh menutup mata, tetapi justru ambil bagian untuk memastikan roda pemerintahan ke depan.

“Kita harus nyoblos, kita harus jujur, kata-kata dari film ini yang kemudian akan sampai ke penonton. Dengan kata lain, ada ajakan untuk kita agar menunaikan hak kita sebagai warga negara dalam menentukan pemimpin bangsa ke depan,” ujarnya.

Baca juga  Penyusunan Kabinet, Dilakukan Pasca Sidang MK

Dalam sambutannya, Dekan FISH Dr. Bambang Sigit Widodo, M.Pd., mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan bagi masyarakat. Salah satu yang bisa dilakukan yaitu menjadi duta yang menyadarkan masyarakat agar tidak mudah termakan hoaks atau tidak terpancing melakukan perilaku yang memecah belah bangsa. “Tugas kaum terdidik adalah bagaimana menyadarkan masyarakat untuk memilih sekaligus menjadikan momentum pesta demokrasi sebagai wadah persatuan. Meski berbeda pilihan, kita tetap satu untuk Indonesia maju,” ucapnya. (Ra/Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed