Agar Bayi Tidak Tertular TBC Ibunya, Begini Caranya

Ketua SSR (Sub Sub Recipient) Kota Surabaya, Dr Supatmi Skep NS MKes menyatakan, pencegahan dan pengobatan TBC di Kota Surabaya akan terus diupayakan. Caranya dengan meningkatkan kerjasama dengan Pemeritah Kota Surabaya dan pihak swasta dalam upaya penanggulangan TBC ke depan.

“Baik melalui layanan – layanan kesehatan yang telah ada maupun secara bersama – sama menanggulangi kasus TBC dengan meningkatkan peran serta masyarakat,” ungkap Supatmi saat menjadi narasumber di acara Yabhisa Surabaya berjudul Pernyataan Bersama Upaya Kolaborasi Penanggulangan Tuberkulosis pads Selasa (12/12) di lantai 6 ruang Kanjuruhan Hotel MovenPick Surabaya.

Supatmi mengamati, masyarakat  tidak semuanya aware terhadap TBC. Tentu hal ini menjadi PR besar bersama. Sehingga pemberdayaan masyarakat ini menjadi target utama juga. “Selain kita bersinergi dengan program – program yang telah ada, baik dari pemerintah maupun pihak swasta,” kata Supatmi yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Baca juga  Waspada Penyakit Pasca Lebaran Hipertensi dan Diabetes

Kenapa jumlah penderita TBC tidak turun? Karena kalau dilihat dari jenis bakteri penyebab TBC, adalah bakteri yang cocok hidup di wilayah tropis seperti Indonesia ini. Lebih detil Supatmi menanggapi soal penanganan bayi yang ibunya menderita TBC. Maka harus diketahui bahwa penularan TBC melalui droplet. Yakni dari percikan ludah atau dari saluran pernafasan yang mengandung kuman – kuman TBC. Sehingga orang tua yang sudah dinyatakan positif TBC dan si ibu dalam fase pengobatan itu melahirkan, maka harus dilakukan pencegahan, yakni harus disiplin menggunakan masker.

”Jadi berbeda dengan ibu lainnya yang tidak menderita TBC. Si ibu penderita TBC masih boleh memberikan ASI nya karena TBC tidak menularkan melalui cairan tubuh, seperti HIV atau hepatitis,” ungkapnya.

Baca juga  Waspada Penyakit Pasca Lebaran Hipertensi dan Diabetes

Selain itu, orang tua penderita TBC harus meningkatkan PHBS, ketika batuk harus mengetahui etika ketika sedang batuk untuk kasus – kasus TBC. Penderita TBC tidak boleh batuk sembarangan, ketika batuk harus menutup mulut dengan diarahkan ke bawah dan bila membuang dahak pada tempatnya. “Itulah salah satu cara memutus mata rantai penularan TBC,” ucapnya. (Ra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed