Unair Dukung Aturan Surabaya Bebas Asap Rokok

World Health Organization melaporkan bahwa epidemi merokok telah menyebabkan lebih dari lima juta orang meninggal sebagai perokok aktif dan sekitar 600.000 orang meninggal akibat terpapar asap rokok orang lain (perokok pasif) setiap tahun.

Saat ini, lebih dari 60 juta penduduk Indonesia merupakan perokok aktif. Jumlah ini terus bertambah dari tahun ke tahun dan menempatkan Indonesia di peringkat ketiga di dunia setelah China dan India (IAKMI, 2020). Angka perokok remaja juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut Riskesdas dari 2007 sampai 2018 menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan perokok di kalangan remaja, terutama perokok wanita.

“Melihat ini, Kota Surabaya  menginisiasi dan sedang mengimplementasikan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2019 dan Peraturan Walikota Nomor 110 Tahun 2021 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Pada pelaksanaan regulasi KTR yang sedang berjalan ini perlu diikuti dengan monitoring dan evaluasi,” ungkap Prof Santi Martini selaku Katua Research Group Tobacco Control (RGTC) FKM Unair saat jadi narasumber di kegiatan Diseminasi “Kota Surabaya Menuju 100% Implementasi KTR” pada Kamis (21/12) di Airlangga Sharia & Enterpreneurship Education Center (ASEEC) Tower Kampus B Unair.

Baca juga  BKKBN Jatim Temui Pangdam Brawijaya, Sinergi Turunkan Stunting

Dijelaskan bahwa KTR perlu disampaikan ke masyarakat. Menurutnya ini dalam rangka adanya temuan penelitian monitoring dan evaluasi KTR di Kota Surabaya. Selain itu, sosialisasi terkait implementasi KTR ini untuk mewujudkan Kota Surabaya yang sehat dan bebas asap rokok.

“KTR adalah Kawasan Tanpa Rokok, ini prioritas dan komitmen kami untuk mendukung penerapan dan penegakan regulasi KTR. Untuk mewujudkan Kota Surabaya yang sehat dan bebas asap rokok,” pungkasnya. (Ra/Bagus, foto: Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed