BPS Jatim: Beras dan Cabe Penyumbang Inflasi Terbesar

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim), Dr Zulkipli mengakui bahwa penyumbang utama inflasi berdasarkan kelompok pengeluaran, baik pada bulanan, tahun kalender maupun tahunan, adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Tercatat setidaknya ada tiga komoditas utama menyumbang inflasi pada Desember 2023. “Beras, cabe rawit dan cabe merah,” ungkapnya saat menggelar konferensi pers, Selasa (2/1).

Apa penyebabnya? Zulkipli memaparkan, faktor cuaca el nino dan curah hujan yang belum merata saat ini yang mengganggu produksi komoditas pertanian tersebut.

Detilnya, Zukipli menguraikan, beras menjadi komoditas dominan penyumbang inflasi terbesar yaitu dengan persentase perubahan kenaikan harga sebesar 20,55 persen dan andil inflasi sebesar 0,83.

Baca juga  Arus Balik Lebaran, KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya Layani 390 Ribu Penumpang

Sementara cabe merah juga menjadi komoditas dominan penyumbang inflasi terbesar dengan persentase perubahan kenaikan harga sebesar 36,22 persen dan andil inflasi sebesar 0,06.

Sedangkan daging ayam ras menjadi komoditas dominan penyumbang deflasi terbesar dengan persentase perubahan penurunan harga sebesar 3,22 persen dengan andil deflasi sebesar 0,03.

“Telur ayam ras menjadi komoditas dominan penyumbang deflasi terbesar dengan persentase perubahan penurunan harga sebesar 9,29 persen dengan andil deflasi sebesar 0,07,” urainya.

Rilis BPS Jatim menyebut Inflasi month to month (m-to-m) gabungan delapan kota Jawa Timur pada Desember 2023 sebesar 0,29 persen. Sementara itu, inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,92 persen.
Pada level kota inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Sumenep, yakni sebesar 5,08 persen, dan terendah di Banyuwangi sebesar 2,15 persen. Sedangkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2023 sebesar 117,59. (Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed