KPU: Moderator Bisa Perjelas Singkatan Tak Familiar Saat Debat Capres

Komisioner KPU RI August Mellaz menjelaskan moderator dapat berperan untuk memperjelas singkatan dan istilah yang tidak familiar pada gelaran debat ketiga pilpres nanti. Dia mengatakan hal ini telah disepakati antarpihak yang terlibat dalam debat termasuk tim paslon dan moderator sendiri.
“Memang itu terjadi disepakati bahwa peran moderator akan menjalankan fungsi itu untuk mempertegas terkait akronim atau pun istilah tanpa mengurangi waktu dari setiap paslon,” kata Mellaz kepada wartawan di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (5/1).

“Memang kan posisinya untuk tim paslon ada beban juga untuk menjelaskan kepada masing-masing calon presiden, wakil presiden terkait dengan penggunaan akronim ataupun istilah-istilah yang tepat,” ujar dia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Hasyim KPU RI Hasyim Asy’ari pun menekankan penggunaan singkatan tetap diperbolehkan dalam debat dengan syarat dijelaskan kepanjangannya.

Baca juga  Dinkes Siapkan SDM hingga Alkes untuk RSUD Surabaya Timur

“Kalau ada istilah yang itu secara awam atau secara umum belum populer atau tidak terlalu familiar digunakan. Supaya debatnya efektif, langsung to the point tentang substansi yang dipertanyakan,” ujar Hasyim.

Hasyim mewanti-wanti penggunaan singkatan yang dimunculkan satu kandidat membuat bingung kandidat lainnya. Dengan begitu, kata dia, kandidat wajib memperjelas pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama debat berlangsung.
Seperti diketahui, polemik penggunaan singkatan muncul usai cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menyampaikan pertanyaan mengenai State of the Global Islamic Economy atau SGIE dalam debat cawapres lalu. Pertanyaan itu disampaikan Gibran kepada rivalnya, cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yang terang-terangan mengaku tidak tahu kepanjangan dari singkatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed