Media Briefing Pengendalian dan Pencegahan KLB Polio di Jatim

BKMP UNAIR, UNICEF, serta Geliat Airlangga menggelar kegiatan media briefing sebagai dukungan dalam pengendalian dan pencegahan kejadian luar biasa Polio di Provinsi Jawa Timur pada Kamis (18/1) di Ruang Tarumanegara, Lantai 10 Gedung ASEEC/Gedung Syariah UNAIR Kampus B Dharmawangsa Surabaya. Media Briefing dihadiri Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi, Kadinkes Jatim Prof Dr Erwin Ashta Triyono, Unicef Indonesia Risky Syafitri, Kepala Perwakilan Unicef untuk Jawa Tubagus Arie Rukmantara dan Program Focal Point Kerjasama Unair-Unicef Indonesia Prof Dr Nyoman Anita Damayanti. (Foto: Rakgil Bagus Prakoso/majalahnurani.com)

Siti Nadia Tarmizi menyebut, Sub PIN Polio yang digelar serentak di semua daerah merupakan respons munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) lumpuh layu di Kabupaten Sampang, Pamekasan, dan Klaten. “Sub PIN Polio pertama mulai 15 Januari dan kedua mulai 19 Januari. Masing-masing provinsi cakupan imunisasinya harus 95 persen,” tegasnya. (Foto: Rakgil Bagus Prakoso/majalahnurani.com)

Risky Syafitri atau akrab disapa Kiki menjelaskan, pihaknya juga terus gencar mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi polio. Selain itu, dia berharap media berperan untuk menginformasikan bahwa imunisasi sangat bermanfaat. Tentunya diharapkan dengan informasi dari media, masyarakat bisa turut menyukseskan Sub PIN Polio. (Foto: Rakgil Bagus Prakoso/majalahnurani.com)

Media briefing sebagai dukungan dalam pengendalian dan pencegahan kejadian luar biasa Polio di Provinsi Jawa Timur ini, diikuti ratusan peserta. Mulai dari media cetak, media audio, media audio visual, media online, kader Surabaya Hebat dan para pegiat influencer. Pada sesi pertama materi disampaikan para narasumber. Dan materi kedua yakni pembekalan serta diskusi interaktif. (Foto: Rakgil Bagus Prakoso/majalahnurani.com)

Baca juga  BPJS Kesehatan Jamin Kesehatan Petugas Pemilu 2024

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed