Serunya KBTK Al Muslim Peringati HGN ke-64

KBTK Al Muslim memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-64, Sabtu (27/1). Peringatan ini Al Muslim menggelar kegiatan Nutrition Fest yaitu Lomba Penghidangan Sarapan Sehat dan Parenting, tema “Makanan Sehat Gizi Seimbang” bekerjasama dengan FKM UNAIR. Acaranya pun berlangsung seru.

Kegiatan Hari Gizi Nasional kali ini diawali dengan senam bersama lagu isi piringku, wortel, dan gemar makan ikan (gemari). Selesai senam dilanjutkan dengan dame mengelompokkan jenis sayur, buah, junk food, dipandu mahasiswa.

Siti Aminah, Kepala KBTK Al Muslim mengaku, aksi sarapan sehat merupakan program rutin bulanan sekolah yang bertujuan pembiasaan makan sehat dan menguatkan dimensi profil lulusan Living Health and Green. “Siswa dapat menunjukkan perilaku hidup sehat, memiliki fisik yang sehat serta gizi seimbang. Sarapan sangat penting bagi anak usia dini untuk meningkatkan konsentrasi yang berpengaruh pula terhadap hasil belajarnya,” urainya

Baca juga  Keseruan Meet And Greet Sekolah Karakter, Hadirkan Pembicara Asal Belanda

Saat paparan parenting, Dokter Sri Adiningsih menjelaskan, macam gizi dalam sekali makan wajib mengandung 5+1 macam zat gizi yaitu karbohidrat, protein (hewani dan nabati), lemak, vitamin, mineral + air. Menurutnya tubuh memerlukan berbagai macam nutrisi agar dapat tetap sehat dan pertumbuhan dapat berjalan dengan optimal.

“Kita bisa mengonsumsi beragam jenis makanan sehat, tanpa terbatas pada satu jenis saja. Mengonsumsi berbagai jenis makanan bisa memberikan nutrisi yang berbeda, sehingga gizi yang diperlukan oleh tubuh bisa terpenuhi,” urai dosen FKM Unair ini.

Lebih detil diuraikan, apabila porsi makanan kurang dapat menyebabkan anak kurang ceria, aktifitas lemah, sulit berpikir, mengantuk, dan pertumbuhan kurang optimal. Apabila porsi makan berlebih dapat mengakibatkan berat badan berlebih, resiko obesitas, gangguan gerak, dan gangguan kesehatan.

Baca juga  Kontribusi UNESA di Bidang Kerja Sama Internasional Diganjar Penghargaan MRPTNI

“Jika kekurangan protein terjadi gangguan pertumbuhan termasuk otak dan kesehatan reproduksi, kekurangan kalori asal karbohidrat lama maka anak kurus terjadi gangguan pertumbuhan, kekurangan vitamin dan mineral terjadi anemia, gangguan pertumbuhan, perdarahan gusi, dan jika kekurangan serat terjadi sembelit,” tandasnya. (Ra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed