Peringati Israk Mikraj, Megawati : Jangan Lupakan Peran NU Dan Muhammadiyah

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri menyinggung soal peran organisasi PP Muhammadiyah dan Nadhlatul Ulama (NU) ketika memberikan pidato pada peringatan Isra Mi’raj di Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Ahad (11/2/2024).

Dalam acara tersebut sekaligus dilakukan tasyakuran atas diraihnya Zayed Award 2024 oleh PBNU dan PP Muhammadiyah. “Saya sangat tahu apa itu Muhammadiyah, apa itu Nahdlatul Ulama karena keluarga saya sebetulnya juga para pejuang. Kakek saya itu pendiri Muhammadiyah dan pengurus di Bengkulu,” ujar Megawati.

Megawati lantas menyinggung suasana saat dirinya menjadi juri ajang Zayed Awards 2024. Menurutnya peran NU dan PP Muhammadiyah yang begitu besar bagi masyarakat maka dirinya menegaskan dua organisasi masyarakat itu harus masuk dalam nominasi Zayed Awards 2024.

Baca juga  Dinkes Siapkan SDM hingga Alkes untuk RSUD Surabaya Timur

“Karena apa? Karena mereka para pejuang. Beda dari yang lainnya. Mereka ini bertempur, bukannya hanya membuat masjid dan lain sebagainya. Mereka ikut bertempur untuk memerdekakan negara kami, Muhammadiyah 1912 dan NU 1926,” tegas Megawati.

Presiden ke-5 RI itu pun menjelaskan, dirinya sempat membaca sejarah para kyai NU yang melakukan perlawanan membela warga yang tanahnya akan dijadikan kawasan kota.Sehingga menurut Megawati, masyarakat Indonesia sebaiknya tidak boleh melupakan jasa NU dan Muhammadiyah.

“Maksud saya menceritakan seperti ini karena kita sudah mulai melupakan sejarah bangsa kita. Bahwa kita tidak mudah bisa seperti ini duduk enak-enak. Dulu itu memang banyak pengorbanan yang harus diberikan,” kata Megawati. Sebagaimana diketahui, PP Muhammadiyah dan NU sebelumnya mendapatkan.penghargaan Internasional Zayed Award for Human Fraternity 2024.

Baca juga  Bupati Mojokerto Sholawatan Hadiri Ruwah Desa Tawangsari

Penghargaan tersebut diserahkan pada 5 Februari 2024 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Saat penyerahan award, NU diwakili oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf, sedangkan Muhammadiyah diwakili oleh Ketua Umumnya Haedar Nashir. (ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed