MUI Haramkan ‘Serangan Fajar’

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa haram politik uang dalam Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke VI yang digelar di Kalimatan Selatan tahun 2018 lalu. Di Pemilu 2024 ini, MUI kembali memastikan ‘serangan fajar’ atau pemberian barang atau uang untuk memengaruhi pemilih jelang pencoblosan di Pemilu hukumnya haram.

“Orang yang akan dipilih atau yang mencalonkan diri tidak boleh menghalalkan segala cara untuk dapat dipilih, seperti menyuap atau dikenal dengan melakukan serangan fajar. Hukumnya haram. Menerimanya yang kemudian mempengaruhi pilihan juga haram,” kata Ketua MUI Asrorun Niam Soleh, Selasa (13/2).

Asrorun juga menyerukan para pemilih tidak boleh memilih karena semata-mata diberikan sogokan atau pemberian materi. Ia lantas menjelaskan setiap warga negara diberi hak untuk memilih. Hak tersebut, lanjutnya, harus digunakan secara baik dan bertanggung jawab dalam mewujudkan kepemimpinan publik yang baik.

Baca juga  Bupati Mojokerto Sholawatan Hadiri Ruwah Desa Tawangsari

Sehingga, ia mengatakan wajib memilih pemimpin harus memiliki kriteria mampu menjaga agama dan mampu mengurusi urusan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan.

“Pemimpin harus didasarkan pada pertimbangan kompetensi mengemban amanah kepemimpinan guna mewujudkan kemaslahatan,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed